Image

Pendidikan Vokasional Akan Difokuskan untuk Daya Saing Internasional

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 17 Februari 2017, 21:24 WIB
https img z okeinfo net content 2017 02 17 320 1621647 pendidikan vokasional akan difokuskan untuk daya saing internasional gdkitURjOn jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini melakukan rapat koordinasi mengenai pendidikan vokasional. Turut hadir dalam rapat ini beberapa Menteri Kabinet Kerja. Di antaranya adalah Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Dalam rapat ini, turut dibaha mengenai dukungan pemerintah terhadap Balai Latihan Kerja. Rapat ini pun juga membahas strategi pemerinfah untuk meningkafkan pemerataan dari pembangunan ekonomi, sekaligus mengurangi atau menekan ketimpangan sosial melalui pengembangan sumber daya manusia.

"Salah satu kunci di situ adalah soal bagaimana input pengembangan SDM, baik melalui pendidikan formal maupun melalui pelatihan kerja, itu semua bisa demand driven, jadi semua bisa berorientasi kepada keputuhan pasar kerja," kata Hanif Dhakiri di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Menurut Hanif, dibutuhkan suatu informasi pasar kerja yang kuat untuk mengetahui skala prioritas dari pebgembangan SDM. Program ini pengembangan SDM melalui pelatihan vokasional pun akan dikembangkan berdasarkan kebutuhan program pemerintah seperti pada sektor kelistrikan, infrastruktur, hingga pariwisata.

"Dengan demikian maka, kalau kita mendidik orang, nanti ngedidik orang jadi apa. Mau melatih orang, nanti mau menduduki atau posisi jabatan apa," tuturnya.

Tak hanya itu, pendidikan formal melalui pelatihan kerja juga harus berorientasi kepada kebutuhan pasar kerja di berbagai sektor. Salah satunya adalah kebutuhan pasar secara global.

"Makanya ini sedang di kerucutkan terus, ada pertimbangan-pertimbangan tadi. Misalnya faktor kompetisi kita, di MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Profesi-profesi apa yang dikompetisikan. Sektor-sektor apa saja yang dikompetisikan," imbuhnya.

Hal ini pun masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi pemerintah. Diharapkan, dunia usaha dapat membantu pemerintah dalam menjalankan program ini.

"Sebenarnya di masing-masing kementerian sudah berjalan, cuma pekerjaan terbesarnya satu, meningkatkan link and match, antara input SDM dengan kebutuhan di pasar kerja. Yang kedua, bagaimana mendorong terjadi masifikasi dari produksi SDM terampil di berbagai bidang," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini