Fasilitas DP KPR BPJS Ketenagakerjaan, Beban Biaya Bulanan Bisa Berkurang

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 20 Februari 2017 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 20 470 1623405 fasilitas-dp-kpr-bpjs-ketenagakerjaan-beban-biaya-bulanan-bisa-berkurang-1SsV1UteM8.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Fasilitas Pemberian Uang Muka Perumahan (PUMP) dan renovasi rumah dalam waktu dekat akan kembali digulirkan dan disambut baik oleh para pekerja. Jika benar direalisasikan, salah satu fasilitas dari BPJS Ketenagakerjaan ini diklaim akan mampu menekan biaya bulanan para pekerja.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menyampaikan biaya utama yang jelas dapat ditekan adalah pengeluaran bulanan tempat tinggal. Mengingat sejauh ini, banyak pekerja yang belum memiliki rumah. Alhasil, mau tidak mau harus menyewa kamar ataupun rumah agar dekat dengan tempat bekerja.

Untuk kebutuhan yang satu ini, biaya yang harus dikeluarkan oleh pekerja biasanya mengambil porsi sekira 30% dari upah bulanan. Itu artinya upah bulanan yang diterima sudah nyaris digerus oleh kebutuhan untuk tempat tinggal.

"Kalau dilihat-lihat, sewa rumah 30% dari upahnya Rp3,3 juta. Rumah ukuran untuk satu keluarga dengan kamar tidur saja sewanya bisa Rp1 juta lebih per bulan. Artinya upah yang diterima tergerus biaya kontrakan rumah. Kalau lajang kan satu rumah bisa patungan lima orang," ujarnya kepada Okezone.

Dia menerangkan, biaya kebutuhan akan tempat tinggal merupakan komponen utama yang paling tertinggi di antara kebutuhan lainnya. Setelah tempat tinggal baru disusul oleh biaya pangan, dan kemudian biaya transportasi. "Itu biaya-biaya yang memakan biaya tinggi, yang menggerus income pekerja," jelasnya.

Untuk itu, kata Timboel, dengan akan digulirkannya fasilitas PUMP dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut memberikan peranan penting. Jika dari sisi kebutuhan akan pengeluaran pekerja akan tempat tinggal teratasi, maka paling tidak upah pekerja bisa ditabung untuk hal lainnya hingga masa mendatang.

"Tidak lagi untuk membayar kontrakan. Jadi investasi kepemilikan dan mengelola income bisa meminimalisir biaya," tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini