Image

OJK Perkuat Daya Tahan Jasa Keuangan

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 21 Februari 2017, 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 21 278 1624248 ojk-perkuat-daya-tahan-jasa-keuangan-gdgwJ5RbzO.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator sektor jasa keuangan terus berupaya mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar sektor jasa keuangan dalam negeri memiliki daya tahan yang tinggi terhadap segala potensi gejolak yang berasal dari dalam dan luar negeri.

“OJK bersama lembagalembaga yang menangani stabilitas sistem keuangan nasional berupaya mengikuti standar best practice yang berlaku secara internasional, tapi implementasinya di Indonesia tentu tetap memperhatikan kesiapan dan kondisi di dalam negeri,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Menurut dia, berbagai kebijakan telah dilakukan OJK untuk meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan seperti mengeluarkan ketentuan terkait capital surcharge untuk bank-bank sistemik dan mengeluarkan peraturan OJK tentang penyediaan modal minimum bank umum, yang mewajibkan bank menyediakan capital conservation buffer, dan countercyclical buffer.

Dari sisi pengawasan, OJK juga terus meningkatkan kapasitas surveillance sehingga OJK dapat mengukur secara tepat kondisi sektor jasa keuangan dan memprediksi potensi tekanan pada masa mendatang melalui early-warning system (EWS) serta penggunaan berbagai alat ukur yang tepat dalam mendukung pengambilan keputusan terkait langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan.

Menurut Muliaman, peningkatan daya tahan sektor jasa keuangan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya krisis ekonomi harus terus dijalankan untuk menghadapi krisis ekonomi yang bisa datang kapan pun. “Kita dapat pelajaran berharga agar selalu mempersiapkan diri karena kita tidak pernah tahu kapan krisis akan datang.

Apalagi, pemulihan dari krisis sering memerlukan waktu yang panjang serta biaya yang besar,” katanya. Selain menjaga stabilitas, OJK juga mendorong sektor jasa keuangan untuk meningkatkan perannya dalam pendanaan atau pembiayaan pembangunan mengingat terbatasnya ruang fiskal dalam membiayai pembangunan.

“OJKselaluberusaha menjaga keseimbangan antara peran sektor keuangan sebagai agen pertumbuhan dan menjaga stabilitas sektor keuangan,” kata Muliaman. Kondisi sektor jasa keuangan yang sehat pada saat ini menjadikan sektor ini memiliki ruang yang cukup luas untuk mengambil peran sebagai penyedia likuiditas dan pembiayaan pembangunan nasional.

“Perlu diperhatikan peningkatan peran ini harus dilakukan secara hati-hatidantertataagar tidak menyebabkan lembaga keuangan terekspos pada risiko yang berlebihan, yang bisa mengganggu stabilitas sistem keuangan,” papar dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini