Image

RAHASIA SUKSES: Kiprah Amin H Nasser Selamatkan Saudi Aramco

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 25 Februari 2017, 18:58 WIB
https img okeinfo net content 2017 02 25 320 1628137 hot shot kiprah amin h nasser selamatkan saudi aramco KDCQ5HQPl2 jpg Foto: saudiaramco

JAKARTA - Raja Arab Saudi akan melakukan kunjungan pertamanya dalam 27 tahun terakhir ke Indonesia. Kunjungan tersebut, sekaligus memuluskan investasi Arab Saudi di Indonesia.

Salah satunya adalah investasi di bidang minyak. Lewat Saudi Aramco, mereka akan melakukan investasi di Kilang Cilacap dengan nilai investasi mencapai USD6 miliar.

Saat ini, Saudi Aramco merupakan produsen minyak terbesar di dunia, dan memproduksi sekira satu dari delapan barel pasokan minyak mentah yang beredar di dunia.

Adapun cadangan minyak mentah dan kondensat konvensional Saudi Aramco mencapai 261,1 miliar barel. Rata-rata produksi minyak mentah sehari-hari mencapai 10,2 juta barel per hari (bph), dan cadangan gas alam sebesar 297,6 triliun standard cubic feet (SCF).

Meski demikian, bukan berarti Saudi Aramco tanpa masalah. Penurunan harga minyak mentah membawa perusahaan ini pada restrukturisasi lantaran persaingan harga yang ketat dengan produsen minyak lainnya.

Adalah Amin H. Nasser, yang mengembalikan Saudi Aramco ke jalan yang benar. Saat raksasa minyak ini tengah bergulat dengan penurunan harga minyak dia pun mengambil langkah ekstreem dengan melakukan restrukturisasi besar-besaran.

Pasalnya, perusahaan minyak nasional milik Arab Saudi ini telah menjadi tulang punggung dari perdagangan minyak mentah di Timur Tengah dan menjadi pemimpin industri minyak.

Bergabung dengan Saudi Aramco pada 1982, Amin Nasser menjadi pemimpin eksplorasi minyak dan gas di Saudi Aramco. Dia bergabung dengan Saudi Aramco setelah lulus dari King Fahd University of Petroleum and Minerals di Dhahran dengan gelar sarjana di bidang teknik perminyakan.

Nasser melakukan perubahan besar pada Saudi Aramco dengan membawa perusahaan ini pada periode restrukturisasi dan memungkinkan Saudi beroperasi sebagai entitas profesional, keluar dari paradigma perusahaan yang diatur oleh keluarga kerajaan Saudi Arabian.

Dia pun membawa Saudi Aramco kepada generasi baru yang akan bertanggung jawab pada strategi kerajaan mengelola minyak di masa depan. Saudi Aramco telah terintegrasi dengan tanker besar armada Kerajaan sebagai bagian dalam strategi pemasaran untuk tetap kompetitif.

Selain itu, Amin pun melakukan investasi miliaran di kilang minyak baru di kawasan Timur Tengah dan luar negeri, untuk menghasilkan berbagai produk minyak bumi bernilai tinggi. Dia pun mendorong Saudi Aramco untuk memompa 400.000 barel per hari, kilang Aramco memiliki kapasitas terbesar produksi bahan bakar di dunia dan membentuk kembali pasar tanker untuk mengekspor minyak.

Dengan strategi ini, maka pengiriman minyak mentah dari Arab Saudi bisa mengalir lancar ke Asia, sehingga mereka pun mampu bersaing dengan produsen minyak asal Eropa dan Amerika Serikat, sekaligus memastikan l minyak mentah itu mengalir ke tiga benua secara konsisten. (rzk)

(Widi Agustian)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini