nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masifnya Kendaraan Pribadi Hambat RI Ciptakan Kota Berkelanjutan

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 02 Maret 2017 14:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 02 470 1632358 masifnya-kendaraan-pribadi-hambat-ri-ciptakan-kota-berkelanjutan-6ZdzTt1LbQ.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Menjadi sebuah kota yang berkelanjutan bukanlah hal mudah. Jika Indonesia ingin memiliki kota-kota berkelanjutan, sejumlah persoalan mesti benar-benar diperhatikan.

Salah satu faktor yang membuat sebuah kota memiliki konsep berkelanjutan yang baik akan terlihat pada sistem transportasinya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga mengatakan, sustainable city atau berkelanjutan akan bergantung dengan jumlah penggunaan kendaraan umum dan kendaraan pribadi.

"Jadi ya kalau motornya (pribadi) kebanyakan ya nggak sustainable lah (kotanya)," kata Elly di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis, (2/3/2017).

Sebab, dengan banyaknya jumlah kendaraan pribadi akan menyebankan tinghinya emisi karbon pada udara di klta tersebut. Padahal sebuah kota berkelanjutan merupakan kota yang ramah lingkungan.

"Kita di Indonesia punya komitmen di dunia bahwa kita harus mengurangi CO2 sebanyak 26% tahun 2020. Itu 26% ditambah 15% lagi jadi 41% kalau ada bantuan dari luar," jelasnya.

Ia pun menekankan agar Indonesia mampu memangkas emisi karbon yang ada saat ini untuk beberapa tahun ke depan. "Nah jadi kita harus mencapai ini dan itu diukur setiap tahun oleh PBB," tutur Elly.

Jabodetabek pun memiliki peranan yang besar dalam menciptakan kota berkelanjutan di Indonesia. Untuk itu ia menyadari pihaknya memiliki tugas yang cukup besar dalam mendorong terciptanya kota berkelanjutan.

"Nah ini makanya salah satu wadah kita bareng-bareng di dunia dan Alhamdulillah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, karena yang paling gede kota di Indonesia ini Jabodetabek ya, penduduknya 31 juta," tambahnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini