Image

OJK: Data Nasabah Perbankan Dibuka Agar Tak Ada Pengemplang Pajak

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 03 Maret 2017, 10:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 03 320 1633063 ojk-data-nasabah-perbankan-dibuka-agar-tak-ada-pengemplang-pajak-cMTF5lUQeU.jpg Foto: Kurniasih/Okezone

JAKARTA - Negara-negara anggota G20 sepakat untuk menerapkan Automatic Exchange of Information (AEoI). Dengan adanya aturan AEoI antar negara bisa saling tukar informasi data nasabah terkait pajak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, aturan ini diterapkan agar tidak ada lagi masyarakat di dunia yang menghindar dari pembayaran pajak. Nantinya, otoritas pajak terkait akan membuka data masyarakat yang ada di perbankan untuk melacak aset dan harta yang mereka miliki.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menjelaskan, perkembangan ekonomi dunia yang sudah tidak mengenal batas lagi. Hal ini membuat pertukaran aset dalam perekonomian sudah semakin cepat, negara yang memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah dan return yang menjanjikan tentunya akan menarik sejumlah investor dari negara lain untuk menyimpan dananya dalam jumlah yang tidak sedikit.

Dia menuturkan, investor selain mendapat manfaat berupa kesempatan untuk melakukan penyimpanan maupun investasi yang lebih luas, dengan return yang lebih baik dari lembaga keuangan, di sisi lain juga memiliki kewajiban untuk melaporkan aset kepada otoritas pajak terkait.

"Namun dalam pelaksanaannya seperti kita ketahui apa yang disebut penghindaran dan penggelapan pajak sering terjadi bahan pembicaraan," ujar Muliaman, Jumat (3/3/2017).

Isu-isu pengemplang pajak tersebut, lanjut dia, membuat pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan aturan mengenai pertukaran informasi keuangan secara otomatis (Foreign Account Tax Compliance/FATCA) pada Maret 2010. Beleid itu dibuat berdasarkan suatu perjanjian bilateral antara AS dengan negara-negara di dunia untuk mencari warga negara AS yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

Aturan ini yang mendasari negara-negara anggota G20, untuk menerapkan AEoI.

"‎Penerapan FATCA telah menggerakkan pemimpin negara yang tergabung dalam G20 untuk menerapkan sebuah penyusunan standar kebijakan yang bertujuan mengurangi penghindaran pajak," tukas dia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini