Pasar Properti Dubai Mulai Pulih, Ini Buktinya!

Trio Hamdani, Jurnalis · Sabtu 04 Maret 2017 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 03 470 1633105 pasar-properti-dubai-mulai-pulih-ini-buktinya-tH6KvuALE5.jpg Ilustrasi : Reuters

JAKARTA - Pada tahun 2017 ini pasar properti Dubai kembali menuai secercah harapan setelah mengalami kelesuan di tahun-tahun sebelumnya. Munculnya optimisme terhadap kebangkitan pasar properti di Dubai diawali dengan naiknya laba beberapa pengembang properti besar di kota tersebut.

Melansir Selectproperty, pengembang properti yang mulai menanjak ialah Emaar Properties dan Damac Properti. Keduanya telah merilis perolehan laba kuartal IV-2016 yang dianggap memuaskan.

Emar melaporkan, pertumbuhan laba bersih sepanjang 3 bulan terakhir di 2016 tercatat mengalami kenaikan sebesar 56%, atau naik ke 1,61 miliar dirham atau setara Rp5,8 triliun (kurs Rp3629 per dirham uni emirat arab) naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 1,03 miliar dirham.

Sementara perolehan dari transaksi penjualan produk real estat perusahaannya selama tahun 2016 tercatat naik 41%, melebihi perolehan tahun sebelumnya. Pendapatannya di kuartal IV juga naik 16% ke 4,4 miliar dirham.

Pengembang terbesar kedua di Dubai, Damac Properties pun juga mencatat kenaikan laba bersih. Pihaknya melaporkan sejumlah peningkatan laba bersih meskipun harus menghadapi tantangan pelik terkait kondisi pasar properti di Dubai.

Meski tak menjelaskan secara rinci per kuartal, namun pihaknya mengklaim kenaikan laba pada tahun 2016 naik sebesar 1,3%. Laba yang di peroleh tahun 2016 tercatat 854,6 juta dirham, sementara tahun sebelumnya sebesar 842,8 juta dirham.

"Pasar real estat Dubai pada tahun 2016 baru stabil sejak 2015 karena tidak ada lagi fluktuasi besar dalam harga. Ada permintaan untuk kualitas real estat tetapi dengan kondisi pasar yang penuh tantangan kami beroperasi di dalam. hal yang telah berubah adalah konsumen mencari sesuatu yang lebih baik, kelas menengah untuk prospek jangka panjang dan kami memposisikan diri sebaik mungkin untuk mengakomodasi mengatur kondisi ini," kata Direktur Eksekutif Riset Ekuitas di Arqaam Capital Mohammad Kamal.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini