Image

RAHASIA SUKSES: Aksi Pangeran Arab Al-Waleed bin Talal Selamatkan Citigroup

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Minggu 05 Maret 2017, 18:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 05 320 1634647 rahasia-sukses-aksi-pangeran-arab-al-waleed-bin-talal-selamatkan-citigroup-gBm6ZyXhOh.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Harga komoditas yang merosot tajam memaksa Arab Saudi untuk melakukan diversifikasi bisnisnya, sehingga tidak lagi mengandalkan ekspor minyak mentah. Keluarga kerjaan Arab Saudi pun mulai keluar dari perusahaan-perusahaan milik negara, seperti yang terjadi pada Saudi Aramco.

Akibatnya tidak jarang terjadi monopoli dalam perdagangan untuk kepentingan negara, termasuk di pasar saham. Bahkan, majalah Forbes pun mempertanyakan nilai saham salah satu perusahaan milik Pangeran Arab, Al-Waleed bin Talal, Kingdom Holding yang meningkat tajam tanpa ada data valid yang bisa menguatkannya. Pasalnya, seorang analis ekonomi mengklaim bahwa Tadawul sangat mudah untuk dimanipulasi pada perdagangan bursa efek.

Seorang mantan eksekutif dari Kingdom Holding menyatakan, bursa efek di Arab Saudi mudah sekali dipermainkan dan mirip seperti "olahraga nasional" karena tidak ada kasino di Negara Kaya Minyak itu. Bursa efek seperti lokasi judi bagi warga Arab Saudi.

Pangeran Alwaleed pun berang karena dituding melakukan manipulasi. Dia pun menggugat metode Forbes dalam menghitung kekayaannya yang dipertanyakan.

"Saya melawan mereka bukan karena (jumlah) kekayaan, tetapi karena mereka menuduh Arab Saudi mudah dimanipulasi karena tidak memiliki kasino. Ini tidak bisa diterima," kata Pangeran Alwaleed saat itu.

Pangeran Alwaleed memang sedikit nyentrik dibandingkan yang lainnya. Lahir dari pasangan Pangeran Talal Monarch dan istrinya Mona Al Solh pada 7 Maret 1955, di kota timur-tengah Jordan.

Ayahnya aktif terlibat dalam urusan politik negara dan bahkan ditunjuk menjadi Menteri Keuangan. Namun, dia digulingkan dari kekuasaan karena kekacauan politik dan dipaksa ke pengasingan.

Orang tuanya resmi berpisah pada 1969, setelah bercerai Waleed tinggal dengan ibunya di Lebanon. Selama masa mudanya, Bin Talal cukup disiplin namun tetap sering melarikan diri dari tempat tinggalnya, bahkan pernah tidur di mobil yang diparkir di jalan-jalan.

Dia menyelesaikan pendidikan dasar di sebuah institusi militer di Riyadh, yang menyebabkan dia disiplin. Talal kemudian pindah ke Amerika Serikat dan meneruskan studinya di lembaga bernama 'Menlo College.

Setelah lulus dari 'Menlo' pada 1979, Talal kembali ke kampung halamannya untuk memulai usaha bisnis sendiri. Booming minyak mentah telah membawa ekonomi Arab Saudi berkembang secara signifikan selama periode tersebut.

Dia pun mulai terjun ke bisnis real estate dan konstruksi pada waktu itu. Ide memulai bisnisnya pada saat booming minyak Arab Saudi membantu Al-Waleed mendulang emas. Dia kemudian mengakuisisi lembaga keuangan berkinerja buruk bernama United Saudi Commercial Bank, yang kemudian dimerger dengan perusahaan lain Saudi Cairo Bank dan SAMBA. United Saudi Commercial Bank pun menjadi salah satu yang terbaik organisasi keuangan di seluruh Timur Tengah.

Al-Waleed kemudian membeli saham raksasa keuangan 'Citicorp' pada 1991, saat bank tersebut mengalami krisis besar. Bahkan, dia pun menjadi pencetus penyelamatan 'Citibank' dengan dana USD550 Juta. Hingga saat ini, saham miliknya di Citigroup diperkirakan mencapai USD1 miliar.

Pangeran ini kemudian melanjutkan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan besar seperti AOL, Apple Inc, manufaktur raksasa Eastman Kodak, TWA sebuah maskapai penerbangan ternama, Four Seasons hotel dan bahkan memilikii saham di firma terkenal Plaza. Namun pada 2004, dia menjual sejumlah besar sahamnya di Plaza.

Tak puas hanya membeli perusahaan tersebut, dia pun membeli Savoy Hotel yang terkenal di London dengan anggaran mencapai USD250 Juta, selama awal 2005. Dia bahkan menjual saham yang dimilikinya di perusahaan besutan Steve Jobs, Apple Inc. pada tahun yang sama.

Pada 2006, perusahaannya, 'Kingdom Holding Company', menandatangani kesepakatan akuisisi dengan perusahaan bernama Colony Capital, untuk kopling yang Fairmont Group of Hotels. Kesepakatan tersebut, diperkirakan mencapai USD3,9 Miliar.

Pada periode 2011, Al-Waleed berkolaborasi dengan perusahaan konstruksi Arab Saudi kelompok 'Bin Laden' untuk membangun 'The Tower of One Mile', yang menjadi gedung tertinggi di dunia saat itu.

Pada tahun yang sama, Al-Waleed juga menginvestasikan dana mencapai USD300 juta di situs jejaring sosial Twitter yang kemudian menjadi perusahaan multi-million dolar yang terkenal di dunia.

Kepemilikan sahamnya di Twitter telah menarik perhatian dari seluruh dunia, terutama selama 2011. Dia kemudian melaporkan bahwa saham Waleed di perusahaan tersebut mencapai USD8 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini