RAJA SALMAN: Menakar Investasi Rp80 Triliun Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 06 Maret 2017 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 05 320 1634650 raja-salman-menakar-investasi-rp80-triliun-saudi-aramco-untuk-kilang-cilacap-xKCwRnQ6e9.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco telah menyepakati kerjasama untuk mengembangkan refinery development master plan (RDMP) kilang Cilacap, Jawa Tengah. Saudi Aramco diketahui memberikan dana investasi sebesar USD6 miliar atau Rp80,2 triliun (kurs Rp13.380 per USD).

Melalui besarnya nilai investasi tersebut, pengamat energi Mamit Setiawan memprediksi dalam jangka panjang akan muncul sebuah kemungkinan Saudi Aramco memanfaatkan kerjasama ini. Ia mengatakan, Saudi Aramco dapat mengambil kesempatan menjadi pemasok utama minyak mentah (crude oil) ke Indonesia.

“Sepertinya ke depan nanti kita akan mempunyai kewajiban untuk membeli minyak dari Saudi Aramco, jadi mereka suplai minyak mentah ke Indonesia,” ujarnya ketika dihubungi Okezone di Jakarta.

Kendati demikian, Indonesia tetap mendapat keuntungan dari pengembangan RDMP kilang Cilacap. Peningkatan kapasitas produksi kilang Cilacap mampu menekan harga impor minyak Indonesia. Pasalnya, selama ini Indonesia masih banyak mengimpor produk jadi yang mempunyai nilai lebih tinggi.

Produksi kilang Cilacap saat ini sebesar 340.000 barrel per hari (bph) dan menjadi pemasok 36% kebutuhan minyak nasional. Dengan adanya upgrade melalui dana investasi Saudi Aramco, dapat meningkatkan produksi mencapai 400.000 bph. Peningkatan produksi juga dibarengi penambahan kompleksitasnya sebesar 9,4%; jadi bensin, solar, dan avtur juga akan meningkat.

“Dengan upgrading kilang minyak CIlacap kita bisa produksi sendiri, sehingga impor produk siap pakai bisa berkurang,” terang Mamit.

Sehingga, meskipun ke depan Indonesia harus mengimpor minyak mentah dari Saudi Aramco dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dari negara lain, dengan peningkatan produksi minyak dalam negeri, Mamit yakin Indonesia akan mempunyai ketahanan energi.

“Kita dapat mengurangi impor produk minyak siap pakai, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri dapat terpenuhi. Indonesia akan memiliki cadangan minyak apabila terjadi kelangkaan, serta sehingga kita mampu meningkatkan cadangan ketahanan energi,” pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini