Image

RAJA SALMAN: RI Bisa Jual Avtur hingga Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 05 Maret 2017, 17:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 05 320 1634738 raja-salman-ri-bisa-jual-avtur-hingga-bangun-rumah-sakit-di-arab-saudi-Cgt2MtVyMN.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA – Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud telah memberikan hasil yang positif kepada Indonesia. Terdapat 11 kesepakatan yang telah ditandatangi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Ngurah Wiratmaja mengatakan, pada sektor energi, pemerintah nantinya dapat mengirimkan avtur ke bandara di Arab Saudi. Avtur ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menjualnya ke pesawat asal Indonesia yang mendarat di negara kaya minyak tersebut.

"Dari diskusi kita kita bisa suplai avtur ke bandara di sana. Itu pangsa pasar besar karena banyak pesawat kita untuk haji ke sana," tuturnya di Hall Dewan Pers, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Tak hanya itu, PT Pertamina (Persero) juga dapat membangun rumah sakit di Arab Saudi. Namun, butuh upaya keras dari pemerintah untuk mewujudkan kesepakatan yang dihasilkan.

"MoU (memorandum of understanding) ini butuh upaya yang keras. Misalnya dengan Iran tentu dengan posisi yang sama seperti itu. Kita negara besar dengan ekonomi yang harus tumbuh," imbuhnya.

Diharapkan, kerjasama ini nantinya adalah berdampak positif bagi keberlanjutan investasi dalam jangka panjang. Khususnya, kepada dunia usaha di Indonesia.

"Jadi kita melihat legitimasi. Jadi bagaimana penawaran itu nantinya menjadi kontrak langsung karena sekarang banyak kontrak tidak langsung kepada Pertamina. Arab Saudi juga butuh security market. Kita butuh sekuriti kilang. Jadi ini G to G, itu ibarat pacaran, jadi pemerintah berikan payung. MoU ini hanya payung bagi dunia usaha," ungkapnya.

Namun, belum dapat dipastikan kapan kerjasama tersebut dapat terwujud. Pasalnya, butuh waktu untuk kembali dibahas pada tingkat kementerian.

"(Untuk impor) ini domain Kementerian Perindustrian. Misalnya, ada domestic obligation. Lalu kalau ada discovery gas kalau ada sisa kita ekspor. Tapi, selanjutnya kita masih perlu membahasnya kembali," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini