Image

RAJA SALMAN: Investasi di Kilang Minyak, Obati Kerinduan Pengusaha

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 05 Maret 2017, 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 05 320 1634743 raja-salman-investasi-di-kilang-minyak-obati-kerinduan-pengusaha-Y4c4xumRwF.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Arab Saudi telah menyepakati sejumlah perjanjian kerjasama. Terdapat 11 perjanjian kerjasama pada berbagai sektor yang telah disepakati.

Ketua Koordinator Gas Industri Kadin Ahmad Wijaya mengatakan, kerjasama yang dihasilkan pada kunjungan ini mampu mengobati kerinduan para pengusaha. Pasalnya, terdapat banyak sektor yang disepakati pada kunjungan kali ini.

"Posisi para pengusaha adalah bahwa ini mengobati kerinduan dari perkembangan industri hulu. Raja kan punya mega proyek dari Pertamina. Mereka kan punya turunan produk seperti dari minyak mentah hingga yang lainnya," tuturnya di Hall Dewan Pers, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Hanya saja, kerjasama ini masih perlu ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah. Salah satunya adalah pada penyediaan sumber daya manusia.

"Semua sektor hulu ini kan butuh SDM. Ini harus disiapkan karena swasta tidak bisa untuk masuk. Jangan semata-mata semua di barter dengan oil. Misalnya ini jangan hanya 100 ribu barel (untuk upgrading kilang) penambahannya, yang lain juga," sambungnya.

Menurutnya, Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya selama ini bukanlah negara dengan jumlah investasi terbesar bagi Indonesia. Namun, hal ini tetapi harus diperhatikan secara optimal agar dapat menghasilkan keuntungan besar bagi berbagai sektor.

"Posisi Indonesia untuk crude oil adalah posisi yang tipe crude yang banyak sulfur. Lalu ada urutan produk yang lebih baik. Hal ini perlu dikaji ulang jangan hanya crude oil. Ada beberapa industri hulu yang investasi dia juga ekspor kembali. Sekarang yang jadi kendala banyak bahan baku yang impor. Ini juga harus diperhatikan," imbuhnya.

Seperti diketahui, Kadin Indonesia juga telah menyepakati perjanjian kerjasama dengan Arab Saudi. Hanya saja, perjanjian kerjasama ini masih perlu pembahasan tindak lanjut. Diharapkan, kerjasama ini dapat berdampak positif bagi perkembangan dunia usaha di Indonesia.

"Itu hanya MoU. Kan enggak semata-semata besok akan jadi. MoU ini nanti akan jadi pembahasan lanjutan," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini