Image

RAJA SALMAN: Saudi Aramco Didorong Investasi Kilang di Indonesia

ant, Jurnalis · Senin 06 Maret 2017, 10:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 06 320 1635071 raja-salman-saudi-aramco-didorong-investasi-kilang-di-indonesia-dK74uq19fY.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menindaklanjuti kerja sama investasi di sektor energi dengan Arab Saudi terutama pengembangan kilang bahan bakar minyak (BBM).

Hal itu sehubungan dengan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding /MoU) yang disepakati bersamaan dengan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al- Saud di Indonesia. ”Kehadiran Arab Saudi memberikan legitimasi investasi di Indonesia perlu ditindaklanjuti. Kami harapkan sejumlah investasi di sektor energi, terutama pengembangan kilang dapat terealisasi sehingga kami punya nilai tambah,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja saat diskusi bertajuk Menangkap Peluang Investasi Kilang Sehubungan Kedatangan Raja Arab ke Indonesia di Dewan Pers, Jakarta.

Dia mengatakan, terdapat komitmen kerja sama pengembangan kilang dengan perusahaan minyak nasional Arab Saudi, yaitu Saudi Aramco yang perlu ditindaklanjuti, selain pengembangan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, senilai USD6 miliar atau setara Rp80,2 triliun dengan PT Pertamina (Persero). ”Untuk investasi Saudi Aramco di kilang Cilacap sudah jelas dan prosesnya memang sudah lama. Selanjutnya yang perlu ditindaklanjuti ialah pengembangan kilang yang belum dikerjasamakan atau digarap sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan kilang harus diwujudkan guna mengurangi impor BBM serta menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Pihaknya menyebut kebutuhan BBM nasional saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan kapasitassecara nyatadidalamnegeri hanya sanggup menampung minyak sebesar 800.000 barel per hari. Padahal kebutuhan BBM pada 2022 diperkirakan meningkat signifikan mencapai 2,22 juta barel per hari.

Dia juga menyebut pembangunan kilang tidak hanya semata-mata mencukupi kebutuhan BBM, tapi juga akan diintegrasikan dengan industri penunjang yaitu petrokimia. Pihaknya menyadari tantangan menarik investasi kilang tidaklah mudah karena selain padat modal juga berisiko tinggi sehingga diperlukan kemudahan berinvestasi. Namun, sejauh ini Indonesia diuntungkan dengan stabilitas ekonomi dan politik sehingga menjadi modal penting dalam hal menarik investasi.

”Jadi, tidak salah jika salah satunya Arab Saudi melihat Indonesia karena stabilitas ekonomi dan politik relatif stabil. Dari sisi izin, siapa pun yang investasi dihilir kami langsung berikan izin niaga,” ujarnya. Selain kerja sama kilang, Arab Saudi juga menawarkan Pertamina berniaga di Arab Saudi. Pertamina diberi kesempatan menjual produk avturnya di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah. Tidak hanya itu, Pertamina juga ditawari membangun rumah sakit di Arab Saudi mengingat banyaknya jamaah haji dan umrah dari Indonesia.

”Kami memang diberikan kesempatan menjual avtur di sana. Alasannya karena masyarakat Indonesia yang umrah dan hajidisanasangat banyak. Selain itu, juga diberikan kesempatan membangun rumah sakit pertamina di sana,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama Ketua Koordinator Gas Industri Kadin Ahmad Wijaya beranggapan sudah seharusnya Arab Saudi memberikan timbal balik investasi di Indonesia. Pasalnya, sejauh ini Pertamina membeli produk impor elpiji dari Saudi Aramco.

”Pertamina selama ini sudah membeli produk LPG dari Saudi Aramco. Nah, sekarang timbal baliknya apa yang harus diberikan kepada Indonesia,” tandas dia. Dia juga mendorong kerja sama nota kesepahaman government to government antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi dapat ditindaklanjuti menjadi business to business sehingga pembangunan kilang benar-benar dapat direalisasikan.

Dia juga berharap kilang tidak hanya meningkatkan pasokan BBM, tetapi juga harus menghasilkan industri penunjang untuk menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini