Image

Tawaran Investasi Kilang Minyak dari Indonesia untuk Arab Saudi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 06 Maret 2017, 17:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 06 320 1635557 tawaran-investasi-kilang-minyak-dari-indonesia-untuk-arab-saudi-0zKOagaiK4.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menawarkan kerjasama investasi di tiga kilang minyak kepada Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud. Ketiga kilang minyak yang ditawarkan adalah pengembangan kilang minyak Dumai dan Balongan, serta pembangunan kilang baru di Bontang, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, telah ada kesepakatan penandatanganan investasi dalam bentuk Joint Venture antara PT Pertamina dan PT Saudi Aramco pada pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA), Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan kesepakatan tersebut menghasilkan investasi sebesar USD 6 Miliar atau sekitar Rp80,2 triliun (kurs Rp13.380 per USD).

“Buah dari tanda tangan itu kita dapat investasi sebesar USD 6 Miliar," Ungkap Sigit dalam keterangannya, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Sedangkan target investasi di sektor petrokimia dari Arab Saudi untuk Indonesia, Sigit mengaku hanya sebesar USD3-4 Miliiar.

“Investasi industri petrokimia olefin (cracker) dan polyolefin paling tidak targetnya USD3-4 Miliar,” kata Sigit.

Sigit berharap, tawaran kerjasama dalam pembangunan kilang minyak di Dumai dan Balongan serta Bontang tersebut bisa disepakati.

Selain untuk meningkatkan produksi industri hulu di Indonesia, impor bahan baku juga bisa ditekan jika investasi kilang minyak ini disepakati.

Lebih lanjut, apabila seluruh tawaran kilang tersebut disepakati, maka akan menghasilkan banyak kesempatan kerja.

Diprediksi, jumlah kesempatan kerja dari proyek kilang tersebut mencapai 10 ribu lowongan pekerjaan.

Sementara itu, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja menyampaikan komitmen kerja sama pengembangan kilang tersebut perlu terus ditindaklanjuti.

“Untuk investasi Saudi Aramco di Kilang Cilacap sudah jelas dan prosesnya memang sudah lama. Selanjutnya yang perlu ditindaklanjuti adalah pengembangan kilang yang belum dikerjasamakan atau digarap sendiri,” ujar Wiradmaja.

Selain itu, Wiradmaja juga mengungkapkan pembangunan kilang harus diwujudkan guna mengurangi impor BBM serta menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Menurut Wiramadja, kebutuhan BBM nasional saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan kapasitas secara nyata di dalam negeri hanya sanggup menampung minyak sebesar 800.000 barel per hari.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini