Image

Banyak Bule yang Mau Surving, Tapi Bandara Radin Inten II Belum Siap

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 06 Maret 2017, 17:36 WIB
https img k okeinfo net content 2017 03 06 320 1635610 banyak bule yang mau surving tapi bandara radin inten ii belum siap MNfDKtizYu jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Bandara Radin Inten II, Lampung ditargetkan akan menjadi bandara internasional. Bandara ini juga ditargetkan dapat menjadi bandara demarkasi haji.

Untuk itu, pengembangan pun perlu dilakukan. Gubernur Lampung Ridho Ficardo pun menyampaikan rencana ini kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kali ini.

"Terkait Bandara, data dari Menteri Bappenas, Provinsi Lampung tingkat pertumbuhan investasi jauh di atas rata-rata, yang kami mohonkan kepada Pak Presiden dan Menteri Perhubungan, untuk melakukan percepatan Bandara Raden Inten II jadi bandar udara internasional dan embarkasih haji langsung," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Ditargetkan, hal ini dapat berdampak pada meningkatnya investasi pada daerah ini. Ketimpangan ekonomi pun dapat diatasi dengan mengandalkan pesatnya pertumbuhan investasi. Salah satunya adalah pada sektor pariwisata.

"Ketimpangan di Provinsi Lampung sebetulnya itu sisi barat dengan timur. Karena banyak agro industri dan pembangunan nasional infrastruktur itu di sisi timur. Di sisi barat sebetulnya potensi pariwisata," jelasnya.

Untuk itu, diharapkan terdapat pengembangan runway pada susu barat. Saat ini, pemerintah pun telah siap dengan lahan agar perpanjangan runway dapat dilakukan.

"Karena sudah puluhan ribu turis asing sudah masuk, mereka surving. Dan sebentar lagi di tahun ini ada perlombaan surving internasional, tapi bandaranya cuma bisa diterbangi pesawat perintis yang enggak bisa angkat papan surving. Sementara dari bandara utama Raden Inten ke tempat itu perjalanan darat 5-6jam. Padahal ada bandara, tinggal di perpanjang landasannya," imbuhnya.

Selain bandara, pemerintah Provinsi Lampung juga berupaya untuk menekan lamanya waktu sandar kapal. Hal ini pun sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas kali ini.

Diharapkan, berbagai perbaikan ini nantinya dapat meningkatkan minat investor untuk berinvestasi. Pasalnya, daerah ini banyak memiliki potensi untuk dapat dikembangkan.

"Saya enggak hafal (jumlah investasi yang sudah masuk). Tapi memang banyak pembangunan pabrik hotel dan arahnya industri dan pariwisata. Bahkan tempo hari banyak Duta Besar yang datang mengantarkan investor dari negaranya," tutupnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo saat ini memang tengah melakukan pendekatan yang berbeda untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh pemerintah daerah. Rencananya, setiap Gubernur akan dipanggil untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan lancar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini