Image

Iklan Rokok Dilarang, Alasan Utama Klub Sepakbola Cari Dana di Bursa

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 08 Maret 2017, 06:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 07 278 1636578 iklan-rokok-dilarang-alasan-utama-klub-sepakbola-cari-dana-di-bursa-qj3kbS3Vjj.jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan ada perwakilan dari beberapa klub sepakbola Indonesia telah membuka obrolan dengan pihak BEI mengenai peluang masuk ke pasar saham.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, langkah klub sepakbola untuk melantai di bursa adalah bentuk penguatan modal. Pasalnya, ada larangan perusahaan rokok untuk memberi sponsor kepada event olahraga sebagaimana diatur dalam UU No 32 Tahun 2002 tentang penyiaran.

"Larangan ini cukup menggerus pendapatan dari sisi sponsor bagi klub sepakbola. Semenjak rokok dilarang memberi sponsor memang menjadi satu masalah," jelas dia kepada Okezone di Jakarta.

Dia pun menyambut positif masuknya klub sepakbola ke bursa saham Indonesia. Menurutnya, hal ini lantaran klub sepakbola sudah memiliki basis investor. "Harapannya dengan mereka go public akan lebih banyak menarik investor ke pasar saham," tukas dia.

Sebelumnya, Tito mengatakan keinginan klub sepakbola Indonesia untuk meraih dana publik dari pasar modal masih terkendala peraturan standarisasi akuntansi klub sepakbola. Saat ini pemain sepakbola dalam diposisikan sebagai beban. Dia mengatakan, pemain bola hendaknya dicatat sebagai aset, karena mereka diperjualbelikan.

Tito mencontohkan beberapa klub sepakbola luar negeri yang telah terdaftar di pasar modal, antara lain Manchaster United, Juventus, Lazio, dan AS Roma. Untuk mengatasi masalah standarisasi akuntansi tersebut Tito telah menggandeng Ikatan Akuntansi Indonesia. Dia pun meminta bantuan IAI untuk membuat standarisasi klub sepakbola.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini