Nih, Biang Keladi Meroketnya Harga Cabai

ant, Jurnalis · Rabu 08 Maret 2017 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 08 320 1637817 nih-biang-keladi-meroketnya-harga-cabai-SxykXQ5BHU.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

CIREBON - Tingginya harga cabai rawit di pasar yang mencapai Rp120 ribu lebih per kilogramnya diakibatkan adanya ulah pengepul besar, kata Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian .

"Harga cabai rawit yang mengalami kenaikan itu karena ulah pengepul besar, dimana mereka menjual membeli cabai rawit dengan harga tinggi, begitupun dengan harga jualnya ke pada perusahaan yang sudah bekerjasama," kata Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono Kamino di Cirebon, Rabu.

Ia menuturkan harusnya pengepul membeli dengan harga yang wajar, kalau petani itu cabainya dibeli dengan harga sekitar Rp40 ribu per kilohram saja sudah senang.

Sujono juga menjelaskan, akibat dari ulah pengepul tersebut kebutuhan produksi cabai untuk pasar menjadi berkurang.

Karena tak sedikit produksi cabai rawit yang diborong oleh perusahaan guna memenuhi kebutuhan industri.

"Yang ke pasar berkurang dan ini harus ada kordonasi dengan petani, agar harganya wajar," ujarnya.

Menurutnya pengaruh iklim itu tidak segnifikan dalam mempengaruhi harga cabai rawit.

Dan jika iklim menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi, maka sejumlah produksi pertanian lainnya seperti, cabai hijau, kriting dan merah mengalami kenaikan.

"Iklim memang ada pengaruh, tapi itu tidak terlalu, karena cabai jenis lain juga harganya malah ada yang turun," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini