Image

Anggaran Program Keluarga Harapan akan Dibahas dalam APBNP 2017

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 10 Maret 2017, 10:53 WIB
https img z okeinfo net content 2017 03 10 320 1639100 anggaran program keluarga harapan akan dibahas dalam apbnp 2017 pAtyBwyxP9 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah saat ini telah melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kecil pada berbagai daerah di Indonesia.

Pengembangan program pun terus dilakukan. Terutama dengan menggunakan teknologi melalui program bantuan non tunai.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengungkapkan, program ini nantinya akan diperluas secara bertahap. Anggaran penambahan penerima manfaat pada program ini pun akan dibahas dalam APBNP 2017.

"Ini kan nanti akan masuk ke APBNP, yang pasti kita fokuskan dulu program yang sekarang ini, kita kemudian monitoring dan evaluasi kira-kira pelaksanaan di lapangannya seperti apa," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Menurutnya, saat ini program tersebut telah berjalan cukup baik. Untuk itu, diharapkan program ini akan terus berjalan dan dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat kecil di Indonesia.

"Saya rasa semakin banyak akan semakin baik, saya rasa dilihat dulu kondisi di lapangan dan pelaksanaan di lapangan seperti apa. Kemudian tentunya berkaitan dengan APBN," ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi meluncurkan bantuan pangan non tunai untuk pertama kalinya di Indonesia. Peluncuran ini dilakukan pada di GOR POPKI, Jakarta Timur pada Februari lalu.

Menurut Jokowi, program ini sengaja diluncurkan agar pemerintah dapat mengontrol program bantuan yang diberikan. Dengan begitu, tak lagi ada penyelewengan dalam program ini.

"Ini memang semua sistem yang akan bawa kita kepada cara-cara yang lebih mudah, yang lebih gampang dan tidak diselewengkan. Dulu bisa 10 kg hanya diberi 5 kg," tutur Jokowi.

Jokowi menambahkan, program ini juga dapat mengantisipasi kemungkinan adanya korupsi bantuan sosial. Program ini pun diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional secara merata.

"Dengan antuan pangan ini saya harapkan pemerataan ekonomi bisa kita lakukan," tutupnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini