Image

KATA MEREKA : Menyedihkan, Sampah Plastik Ganggu Ekosistem Laut!

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 12 Maret 2017, 08:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 10 320 1639765 kata-mereka-menyedihkan-sampah-plastik-ganggu-ekosistem-laut-NRQSeWPWz3.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Sampah plastik hingga saat ini masih menjadi ancaman lingkungan terbesar bagi Indonesia. Tak hanya di darat, sampah plastik juga telah mencemari laut di Indonesia. Bahkan diprediksi, volume sampah di kota-kota besar akan mencapai jumlah fantastis pada satu dekade ke depan. Volume tersebut mengalami kenaikan sekira 77% dari realisasi tahun 2016, yang tercatat sebanyak 1,3 miliar ton sampah.

Menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, sampah di lautan hingga saat ini bahkan telah menembus kedalaman 2.000 meter di bawah permukaan laut.

Hal itu pun cukup membuat Luhut terkejut. Menurutnya, terdapat beberapa alasan dari menumpuknya arus sampah di laut Indonesia. Salah satunya adalah arus laut internasional yang mengarah langsung ke Indonesia.

Studi makin lama makin panjang, kalau dilihat arus laut yang dibawa dari Singapura melalui Indonesia. Hal tersebut, membuat Indonesia bisa saja mengklaim jika sampah tersebut adalah milik Singapura, tapi pemerintah tidak bisa salahkan Singapura begitu saja. Karena ini merupakan masalah global.

Untuk itu, Luhut pun meminta bantuan dari Bank Dunia untuk mengatasi hal ini. Dengan upaya itu, diharapkan dapat mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia. Saat ini bantuan dari Bank Wolrd sudah mencakup 15 kota.

Lantas apa pandangan masyarakat terkait dengan menumpuknya sampah plastik di dasar laut. Apa harapan masyarakat untuk pemerintah, berikut ini KATA MEREKA :

1. Nugyasa Laksamana (25 tahun) Karyawan Swasta

Belum tahu pasti perkembangan lebih lanjutnya,tapi bisa jadi itu benar karena dulu pernah liat di medsos, bangkai burung di pantai yang isi perutnya banyak sampah plastik. Sangat disayangkan, itu merusak lingkungan dan mengganggu habitat hewan laut juga.

Kalau apa yang sudah saya kerjakan guna mengurangi sampah plastik sih simpel saja, mulai dari hal kecil. Biasakan diri untuk membuah sampah pada tempatnya, kalau belum menemukan tempat sampah ya disimpan di kantor atau tas karena ini soal membiasakan budaya positif. Sarannya untuk pemerintah, mulai anggarkan dana untuk menggencarkan kampanye soal kebersihan. Serta manfaatkan media agar budaya itu tertanam di benak seluruh masyarakat.

2. Nisa Ummu Rumaisha (24 tahun) Ilustrator

Untuk statistiknya sih aku enggak tahu berapa, tapi aku menyadari kemungkinan terjadinya itu. Aku pribadi sih bingung kenapa bisa gitu ya, karena aku sendiri termasuk orang yang aware gitu sama personal hygiene, termasuk sampah yang aku bawa adalah tanggung jawabku untuk dibuang ketempat yang pantas.

Kalau saran buat pemerintah aku bingung sih, aku lebih kemasyarakatnya kali ya. Karena percuma pemerintah buat program ini itu kalau masyarakatnya enggak peduli. Karena jumlah kita lebih banyak juga dari pemerintah.

3. Yonanda Justistia (22 tahun) Mahasiswa

Tahu,tapi hanya sebetas dengar belum pernah melihat langsung. Denger itu sih sedih ya karena kalau banyak sampah kan berarti terumbu karang terganggu pertumbuhannya apalagi sampah plastik kan enggak bisa terurai.

Mulai dari aku sendiri gimana pun dan di mana pun enggak buang sampah secara sembarangan. Kalau saran buat pemerintah sebisa mungkin cepat diatasi masalah ini karena ini masalah serius kasian juga para nelayan kalau ikannya kena limbah.

4. Asma Windy (22 tahun) Karyawan Swasta

Belum pernah dengar sih. Tapi serem juga lautnya kena limbah sedangkan ikan yang biasa kita makan dari laut situ, enggak kebayang kita makan ikan yang sudah tercemar limbah.

Kalau aku dengan enggak buang sampah sembarangan saja sih meskipun kecil tapi menurut aku itu sudah langkah yang besar. Buat pemerintah sebisa mungkin sediakan tempat sampah yang banyak di daerah pantai khususnya tempat wisata karena mungkin kebanyakan disana enggak ada tempat sampah makanya buang sembarangan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini