Image

Jelang Kenaikan The Fed, Bos BEI Lebih Soroti Kebijakan Trump

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 13 Maret 2017, 12:56 WIB
https img o okeinfo net content 2017 03 13 278 1641278 jelang kenaikan the fed bos bei lebih soroti kebijakan trump nWqe2C4hAO jpg Direktur Utama BEI Tito Sulistio (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ekonomi global sedang ramai menyoroti dampak kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) atau The Fed. Kebijakan kenaikan suku bunga The Fed akan diambil melalui pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dilangsungkan esok hari, 14 dan 15 Maret 2017.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed bukan merupakan prioritas bagi Amerika Serikat (AS). Dalam analisa Tito, Presiden AS Donald Trump cenderung menjaga kebijakan ekonominya dibandingkan dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed.

“Saya lebih melihat Trump membuat satu in were looking strategy sehingga AS ekonominya akan membaik. Ini lebih penting AS membaik daripada kenaikan hanya berapa persen berapa persen," ujarnya di Gedung BEI, Senin (13/3/2017).

Tito melanjutkan, pergerakan ekonomi AS adalah hal yang lebih krusial bagi Trump dibandingkan dengan memaksa menaikkan suku bunga The Fed. Setelah mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi, Trump menurut Tito akan menjaga efiensi kebijakan tersebut dan imbasnya bagi perkonomian AS.

“Itu pendapat saya pribadi. Trump menurunkan pajak USD9 triliun, bagaimana efisiensi USD9 triliun ini bisa diinvetasikan. Dia memberi pajak barang China, Meksiko 25%, itu agar AS bisa bersaing. Sesudah itu 600 ribu orang dibuang, tetapi rakyat Amerika yang bekerja diberi uang USD15 per jam. Jadi ini namanya in were looking,” jelasnya.

Tito meyakini, Trump akan sangat berhati – hati dalam menaikkan suku bunga The Fed, karena saat ini perekonomian Ngeri Paman Sam tersebut sedang membaik.

“Kalau ekonomi membaik, bisa terganggu kalau suku bunganya naik. Jad di Amerika sendiri saya yakin sedang ada diskusi internal,” papar dia.

Pertimbangan kenaikan The Fed adalah perkembangan ekonomi AS yang menunjukkan sinyal positif, menyusul tingkat pengangguran berada di 4,8 % pada Januari serta tingkat inflasi meningkat hampir 2% pada Januari sesuai target Fed. Jika benar terjadi, maka ini menjadi ketiga kalinya dalam satu dekade bahwa Bank Sentral AS menaikkan suku bunga.

(Rizkie Fauzian)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini