Image

RI Impor Gas, Arcandra Tahar: Infrastrukturnya Siap Enggak?

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 13 Maret 2017, 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 13 320 1641212 ri-impor-gas-arcandra-tahar-infrastrukturnya-siap-enggak-qBrFsYyWTD.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Dalam rangka konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG), dibutuhkan sejumlah persiapan khusus dengan jangka panjang. Konversi dilakukan dalam rangka supaya negara tidak lagi mengandalkan konsumsi BBM.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan, sebelum mengimpor BBG nantinya apakah jumlah Statiun Pengisian Bahan bakas Gas (SPBG) sudah cukup di semua semua daerah. Jikapun SPBG sudah siap, apakah infrastrukturnya sudah terbangun saat ini.

"Jadi sebelum terjadi (impor gas) ya siapkan infrastrukturnya terlebih dahulu. Sebelum impor tidak serta merta tidak tersedia infrastrukturnya," jelasnya di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Menurut Arcandra, pembangunan infrastruktur harus menyesuaikan lokasi. Misalnya, gas dibutuhkan di Yogyakarta, maka bangun regasifikasi dan pipanya di sana atau di wilayah sekitarnya.

"Coba bayangkan butuh gas di Yogyakarta, sementara regas-nya di Lampung, Nusantara Regas dan di Benoa. Padahal yang butuh Yogyakarta gimana. Artinya bangun infrastruktur ke sana, atau regasifikasi dekat Yogyakarta, ini harus dipikirkan sewaktu impor gas," tuturnya.

Hal lain yang penting dalam konverter BBM ke BBG adalah kerjasama. Seperti dengan produsen kendaraan, apakah mau memasang konverter atau ketika membuat kendaraannya sudah dikhususkan untuk BBG bukan BBM lagi.

"Ini kita harapkan supaya semua kendaraan pakai gas. Karena kendaraan menggunakan gas membuat penumpang lebih nyaman dan lebih adem ketimbang BBM," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini