nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

World Bank Transfer USD100 Juta untuk Infrastruktur Indonesia

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 14 Maret 2017 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 14 20 1642122 world-bank-transfer-usd100-juta-untuk-infrastruktur-indonesia-4xoPZi1fxn.jpg Ilustrasi: Shutterstock

WASHINGTON - Badan Direksi Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar USD100 juta untuk mendukung pemerintah daerah Indonesia menambah investasi infrastruktur yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah di seluruh Indonesia.

Dana Regional Infrastructure Development Fund (RIDF) tersebut akan disalurkan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Dana RIDF kemudian akan menjadi tambahan akses kredit bagi pemerintah daerah untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, termasuk penyediaan fasilitas air dan sanitasi, jalan, serta transportasi. Asian Infrastructure Investment Bank, atau AIIB, memberikan tambahan dana sebesar USD100 juta.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan, pemerintah daerah di Indonesia menghadapii hambatan pendanaan bagi proyek infrastruktur skala besar, karena anggaran mereka, yaitu APBD, kerap hanya bisa diserap untuk mendanai proyek-proyek yang bisa selesai dalam satu tahun.

“Memperbaiki pemberian layanan di tingkat daerah serta meningkatkan kesetaraan peluang sangat penting untuk mencapai pertumbuhann inklusif di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Dia menambahkan, pendanaan baru ini merupakan salah satu jalan keluar untuk memastikan Indonesia bisa mengurangi ketimpangan, sehingga masyarakat paling miskin bisa menerima manfaat pertumbuhan.

Pemerintah daerah provinsi, kota, dan kabupatan bisa mengusulkan pendanaan untuk fasilitas penyediaan air dan sanitasi, termasuk sistem saluran air; infrastruktur lingkungan hidup, termasuk pengelolaan limbah padat dan drainase; perumahan terjangkau dan perbaikan kawasan kumuh; infrastruktur transportasi dan logistik; serta infrastruktur sosial seperti fasilitas kesehatan, sekolah, dan pasar tradisional.

“Saat ini, instrumen keuangan yang tersedia di Indonesia untuk investasi infrastruktur tingkat lokal masih terbatas. Regional Infrastructure Development Fund akan mengatasi kekosongan pendanaan infrastuktur untuk jangka menengah dan panjang, khususnya di kawasan perkotaan,” kata Marcus Lee, Senior Urban Economist Bank Dunia.

Melalui Indonesia Sustainable Urbanization Multi-Donor Trust Fund (IDSUN), Bank Dunia juga akan memberikan hibah sebesar USD3 juta untuk mendukung pemerintah daerah menyiapkan proyek-proyek infrastruktur yang telah diusulkan. Pemerintah Swiss, melalui State Secretariat for Economic Affairs, atau SECO, telah memberikan kontribusi pertama bagi IDSUN.

Ini merupakan pendanaan bersama yang ketiga antara Bank Dunia dengan AIIB di Indonesia. Bulan lalu, Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar USD125 juta untuk memperbaiki 140 bendungan di Indonesia.

Pada bulan Juli 2016, Bank Dunia menambah pendanaan sebesar USD216,5 juta untuk mendukung program nasional Kota Tanpa Kumuh, yang bertujuan meningkatkan infrasturktur di kawasan kumuh.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini