Image

Apa Bedanya Reformasi Pajak 2006 dan 2016? Ini Penjelasan Sri Mulyani

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017, 08:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 15 20 1642985 apa-bedanya-reformasi-pajak-2006-dan-2016-ini-penjelasan-sri-mulyani-ngje5F4f5W.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Reuters)

JAKARTA - Reformasi sistem perpajakan terus dilakukan pemerintah. Optimalisasi penerimaan pajak hingga perbaikan basis pajak digarap agar bisa menopang pembangunan ekonomi nasional.

Salah satu yang dilakukan pada reformasi pajak tahun 2016 adalah lahirnya UU Pengampunan Pajak atau tax amnesty. UU ini ditujukan untuk mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan, serta perluasan data yang lebih valid komprehensif, dan terintegrasi

Reformasi pajak ternyata bukan hal baru, Kementerian Keuangan juga pernah melakukan reformasi perpajakan 10 tahun lalu. Lalu apa bedanya dengan reformasi pajak tahun 2016?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, 10 tahun lalu pemerintah juga menghadapi tantangan saat melakukan reformasi pajak. Ketika itu, Direktorat Jenderal Pajak membuka pusat pembayaran pajak besar (LTO).

"Sehingga kami bisa maka kami bisa beri layanan penuh. Kami buat medium atau pajak menengah dan kantor pajak primer. Ini lebih bagaimana menata organisasi agar ada konsistensi," kata dia di Kementerian Keuangan, Selasa Malam.

Sementara reformasi pajak yang saat ini dilakukan lebih kearah perbaikan kualitas. Mengingat tingkat ekonomi masyarakat Indonesia semakin maju.

"Dari sisi business proses harus dikendalikan, sumber daya manusia Ditjen Pajak dan Cukai perbaiki kualitas, kami perbaiki IT systemnya, jadi Ini mungkin jilid kedua yang komprehensif untuk menciptakan dua Ditjen mampu menjalankan visi konstitusi nya yaitu mengumpulkan penerimaan negara," tukas Sri.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini