Image

Neraca Perdagangan Februari Surplus, BI: Positif untuk Kinerja Transaksi Berjalan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017, 20:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 15 20 1643762 necara-perdagangan-februari-surplus-bi-positif-untuk-kinerja-transaksi-berjalan-gww5OmQXIo.jpg Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Februari 2017. Surplus neraca dagang terutama didukung oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan non migas.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, kinerja positif neraca dagang akan berdampak baik pada transaksi berjalan.

"Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, terutama yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3/2017).

Surplus neraca perdagangan Indonesia yang tercatat sebesar USD1,32 miliar pada Februari 2017, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar USD1,43 miliar. Surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh kenaikan defisit neraca perdagangan migas yang melampaui peningkatan surplus neraca perdagangan non migas.

Surplus neraca perdagangan non migas pada Februari 2017 tercatat sebesar USD2,55 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD1,99 miliar. Meningkatnya surplus neraca perdagangan non migas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor non migas sebesar USD1,31 miliar, melebihi penurunan ekspor non migas yang sebesar USD0,75 miliar.

Penurunan impor non migas terutama bersumber dari turunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, senjata dan amunisi, serta perhiasan/permata. Sementara itu, penurunan ekspor non migas terutama disebabkan oleh turunnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati bahan bakar mineral, besi dan baja, bijih, kerak, dan abu logam, serta tembaga.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas naik dari USD0,56 miliar pada Januari 2017 menjadi USD1,23 miliar pada Februari 2017. Kenaikan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas USD0,60 miliar, sementara ekspor migas mengalami penurunan sebesar USD0,07 miliar.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini