Image

Jokowi Patok Ekonomi Tumbuh di Atas 6,1%, Begini Respons Sri Mulyani

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017, 20:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 15 20 1643767 jokowi-patok-ekonomi-tumbuh-di-atas-6-1-begini-respons-sri-mulyani-YrCI6aBXq3.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayani. (Foto: ANT)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2018 dapat mencapai 6,1%. Target itu lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang sebesar 5,1%.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa target ini masih harus disesuaikan dengan keadaan pada 2017. Karena itu, keadaan tersebut harus dilihat lagi mengingat kini baru memasuki kuartal I-2017.

"Katakanlah sampai 6,1%; tapi range-nya tadi 5,4–6,1%. Maka apa langkah-langkah yang harus dipenuhi agar target tersebut bisa dicapai. Bapak Presiden menekankan tersebut. (Target) 5,4–6,1% kan range-nya masih sangat besar, sangat tergantung dari perkembangan 2017 sampai semester I, nanti kita lihat," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/3/2017).

Untuk mencapai target ini, nilai investasi pun harus meningkat. Sri Mulyani menerangkan, hal itu telah didasari oleh Presiden Jokowi sehingga juga meminta nilai realisasi investasi di Indonesia tetap tumbuh setiap tahunnya.

"Namun, Presiden menekankan skenario apa pun semuanya membutuhkan investasi lebih besar, jadi growth dari investasi harus di atas 8%, sekarang hanya 6%, untuk mencapai 8% maka mungkin memompa dari defisit APBN saja, yang paling penting dari swasta, itu termasuk kontribusi dari kredit perbankan, capital market, BUMN capex (belanja modal), PMA, dan PMDN," ungkapnya.

Saat ini tidak ada perubahan asumsi makro dalam RAPBN 2018. Asumsi pun masih sama seperti APBN tahun lalu. "Inflasi tidak, tetap dengan asumsi 4,5% plus minus, nilai tukar Rp13.300–13,500 maksimum 13.900 itu adalah range," jelasnya.

Pada 2018, lanjutnya, masih terlalu dini untuk menetapkan target. Hanya, Sri Mulyani telah memperkirakan bahwa defisit anggaran mencapai 2,2% di tahun depan.

"Kita tetap memberikan rambu-rambu defisit akan di kisaran 2,2% itu masih cukup manageable, bahkan pemerintah dalam hal ini tidak hanya memerhatikan defisit total, tetapi seperti yang saya sampaikan primary balance turun ke 0,5," ungkapnya.

Pembentukan modal tetap bruto pun diharapkan dapat tumbuh pada 2018 hingga mencapai 8%. Tak hanya itu, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,1%, maka tax ratio Indonesia harus dapat tumbuh sepanjang 2018.

"Jadi ini sesuatu yang harus kombinasikan penerimaan negara harus tumbuh tax ratio harus capai 11% dan kemudian belanja semakin terfokus pada hal produktif," tutupnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini