Image

TREN BISNIS: 15 Perusahaan Makanan Masuk Bursa, Gas Langka hingga Janji Trump

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017, 05:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 15 320 1643459 tren-bisnis-15-perusahaan-makanan-masuk-bursa-gas-langka-hingga-janji-trump-XV0vKPmGGm.jpg Ilustrasi IHSG. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) mengakui dari sekitar 500 perusahaannya, baru 15 perusahaan yang sudah melantai di pasar modal.

Seminggu belakangan warga di Muaraenim khususnya ibu rumah tangga kembali mengeluh sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Menurut warga, jika ada yang jualan atau stok gas elpiji 3 kilogram, harganya sudah mengalami kenaikan.

Sementara itu, dengan wacana kenaikan cukai plastik bisa memicu kenaikan harga pada produk mamin kemasan sekira 8%. Kenaikan produk mamin, bisa memicu konsumsi masyarakat berkurang sehingga akan menurunkan penerimaan negara juga.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan menghapuskan utang AS selama delapan tahun. Janji Trump ini mungkin yang paling berani di antara presiden AS lainnya, mengingat AS belum bebas utang sejak 1835.

Keempat berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.

Duh, Hanya 15 Perusahaan Makanan yang Melantai di Pasar Modal


Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) mengakui dari sekitar 500 perusahaannya, baru 15 perusahaan yang sudah melantai di pasar modal.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman mengatakan, jumlah perusahaan yang bergabung dengan bursa efek masih sedikit karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihaknya. Sehingga banyak perusahaan yang tidak mengetahui secara detail mengenai pasar modal.


"Dar 500 perusahaan, baru 15 yang masuk (pasar modal). Mungkin kurang sosialisasi maka itu BEI melakukan sosialisasi," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Menurutnya, saat ini pengembangan industri makanan dan minuman (mamin) sangat diharapkan untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga perlu bagi industri mamin berkembang lebih pesat, dengan mendorong perusahaan-perusahaan ikut bergabung di pasar modal.

"Hari ini ada 24 perusahaan yang ikut sosialisasi. Tadi saya membawa anggota ternyata banyak minta yang masuk ke bursa meski pun ada persiapan minimal 1-2 tahunan," jelasnya. (kmj)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini