Image

BREAKING NEWS: Fed Rate Naik, BI Tahan Suku Bunga Acuan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017, 17:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 16 20 1644641 breaking-news-fed-rate-naik-bi-tahan-suku-bunga-acuan-rvk4JQ3oJs.jpg Foto: Dedy/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Tapat Dewan Gubernur (RDG) pada 15-16 Maret 2017. RDG ini memutuskan sejumlah kebijakan moneter bulanan seperti biasanya.

Pada RDG ini, BI memutuskan untuk menahan 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-Day RR Rate) di level 4,75%. Adapun suku bunga Deposit Facility (DF) tetap pada level 4% dan Lending Facility (LF) pada level 5,5%.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 15 hingga 16 Maret 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Sebelumnya, Ekonom Bahana Sekuritas Fakhrul Fulvian mengatakan, fundamental Indonesia menunjukkan pemulihan yang tercermin pada stabilnya nilai tukar, perbaikan neraca perdagangan dan perekonomian yang diperkirakan belum akan tumbuh signifikan pada kuartal pertama ini.

"Ini akan menjadi pertimbangan utama bank sentral dalam mempertahankan suku bunga tetap sebesar 4,75% pada bulan ini. Apalagi hingga akhir tahun lalu kredit perbankan masih tumbuh 7,9% secara tahunan," kata Fakhrul.

Dia menilai bank sentral belum perlu merespons kenaikan suku bunga the fed. Meski pada the Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan menaikkan suku bunga acuan. Kenaikan ini pastinya berdampak terhadap semua pasar termasuk Indonesia.

''Kenaikan suku bunga the fed kali ini tidak akan terlalu membahayakan pasar dan perekonomian negara-negara berkembang termasuk Indonesia, arus modal ke pasar obligasi diperkirakan masih akan mengalir seiring dengan ekspektasi adanya kemungkinan S&P menaikkan rating Indonesia dalam waktu dekat,'' terang Fakhrul.

Seperti diketahui, Gubernur Bank Sentral Amerika Janet Yellen telah memutuskan menaikkan tingkat suku bunga acuannya ke posisi 0,75% - 1 %. Suku bunga acuan Bank Sentral AS pun meningkat sebesar 0,25 basis poin.

Kenaikan tingkat suku bunga ini sesuai dengan sinyal yang disampaikan Yellen. Pasar global pun telah mengantisipasi kebijakan moneter Negeri Paman Sam.

Dalam pernyataannya, Yellen menjelaskan kenaikan the Fed Rate dilakukan menyusul adanya indikator positif dari makro ekonomi mereka. Inflasi terkendali di posisi 2 persen dan konsistennya angka ketenagakerjaan yang tumbuh cepat dan stabil. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini