Image

Fed Rate Naik, BI Pantau Kredit hingga Inflasi

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017, 21:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 16 20 1644811 fed-rate-naik-bi-pantau-kredit-hingga-inflasi-IU30uhZSaQ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point. Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Janet Yellen telah memutuskan menaikkan tingkat suku bunga acuannya ke posisi 0,75–1%.

Bank Indonesia (BI) pun telah merespons kebijakan ini dengan menahan suku bunga acuannya. Dalam jangka panjang, BI nantinya akan berupaya untuk menahan laju inflasi agar kenaikan suku bunga acuan AS tak berdampak besar bagi Indonesia.

"Harga komoditas leading indikator, itu energi dan nonenergi. Harga minyak masih terus kita pantau. Dia akan naik jika OPEC pangkas produksi," tutur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Inflasi sepanjang Maret pun diprediksi tetap terkendali. Utamanya dengan adanya panen pada berbagai daerah. Hanya, inflasi ini tetap menjadi perhatian BI hingga akhir tahun mendatang.

Tak hanya itu, pertumbuhan kredit juga turut menjadi perhatian. Diharapkan, kredit tak mengalami penurunan seiring adanya sentimen dari kenaikan suku bunga AS.

"Kita melihat premi risiko dan kebijakan yang tepat dari kebijakan suku bunga ini. Kita normal, risiko sekarang ada di eksternal dan domestik. Tinggal melihat kesiapan. Tapi yang penting adalah pada inflasi kita bukan gunakan 1 instrumen suku bunga kita gunakan bauran kebijakan," jelasnya.

Saat ini pertumbuhan kredit telah mulai membaik. Hanya, BI akan tetap melihat perkembangan kredit dalam jangka panjang seiring adanya potensi kenaikan suku bunga AS.

"Sudah sedikit naik tapi tipis. Tapi lihat dari nonbank. Jadi dari Januari ke Februari naik tipis," tutupnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini