Share

Bangun 2 Pabrik, Waskita Alokasikan Belanja Modal Rp1,9 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 16 278 1644012 bangun-2-pabrik-waskita-alokasikan-belanja-modal-rp1-9-triliun-2nFiVjwFIP.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Sejumlah produsen beton pracetak (precast) tahun ini akan menggenjot volume produksi dengan membangun maupun mengembangkan beberapa pabrik. Ekspansi tersebut seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Djarot Subana mengatakan, perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,9 triliun. Dana tersebut di antaranya untuk pembangunan dua pabrik, masing-masing di Panajam, Kalimantan Timur, dan Medan, Sumatera Utara.

”Selain pembangunan pabrik, capex (capital expenditure/ belanja modal) Rp1,9 triliun juga akan digunakan untuk pembelian bahan baku, pembelian alat produksi, dan pembelian truk,” kata Djarot, seusai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Waskita Beton Precast di Jakarta, kemarin.

Djarot menjelaskan, salah satu pabrik precast di Panajam, Kalimantan Timur, akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare (ha). Sementara pabrik di Medan, Sumatera Utara, rencananya berdiri di atas tanah seluas 4 ha.

Dengan dibangunnya kedua pabrik tersebut, hingga saat ini perseroan telah mengoperasikan total 12 pabrik beton pracetak. Pabrik precast di Panajam memiliki kapasitas produksi 250-300.000 ton per tahun dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini. Untuk pabrik precast di Medan akan menyumbang 100.000 ton per tahun dan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 250.000 ton per tahun.

”Kita berharap akhir tahun ini volume produksi precast perseroan bisa mencapai 3,25 juta ton,” ujarnya. Pada akhir tahun lalu anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tersebut berhasil memproduksi beton pracetak sebesar 2,65 juta ton per tahun atau tumbuh 47,22% dibandingkan 2015. Tingginya permintaan beton pracetak sering rencana pemerintah untuk pembangunan tol sepanjang 1.000 kilometer (km) dari Jawa hingga Sumatera.

Di tempat terpisah, Direktur Utama Wijaya Karya Beton (WTON) Hadian Pramudita menyatakan perseroan baru saja meresmikan pabrik precast ke-15 di Subang, Jawa Barat, dengan nilai investasi Rp150 miliar. Dengan tambahan pabrik baru ini kapasitas produksi beton pracetak perseroan bisa mencapai 3 juta ton per tahun. ”Perolehan kontrak baru hingga Maret telah mencapai Rp1,5 triliun.

Kami optimistis hingga akhir tahun bisa meraih Rp6,29 triliun,” kata Hadian. Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari proyek pembangunan jalan tol dan pembangkit listrik (power plant). Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini optimistis bisa meraih kontrak baru hingga akhir tahun sebesar Rp6,3 triliun.

Sejumlah proyek yang telah diraih Wika Beton di antaranya pembangunan jalan tol Kunciran- Cengkareng sepanjang 15 km, tol Gempol-Porong sepanjang 3,8 km, dan tol Lampung yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 30 km. ”Hampir semua proyek pembangunan jalan tol merupakan produk ready mix, yang sudah berjalan itu tol Lampung,” ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini