nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sangkar Burung dari Bantul Diminta Pasar Thailand

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 11:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 16 320 1644115 sangkar-burung-dari-bantul-diminta-pasar-thailand-jBRssv0BaU.jpg Foto: Koran Sindo

BANTUL - Bagi pehobi burung kicauan, apalagi yang biasa mengikuti perlombaan, nama Nurjiyanta, 46, perajin sangkar burung asal Dusun Tirto, RT 01, Triharjo, Pandak, Bantul, tentu sudah tak asing lagi.

Pria pemilik usaha berlabel “Panji Jaya Kriya” itu memang dikenal sebagai perajin spesialis sangkar burung yang biasa diikutkan perlombaan.

Pemesan sangkar burung buatannya tak hanya dari berbagai kota di Indonesia, bahkan belum lama ini pesanan datang dari Thailand. Sangkar burung hasil garapan Nur, begitu biasa disapa, sudah tak diragukan lagi di kalangan pecinta burung kicauan. Harga tiap sangkar burung bisa mencapai Rp5 juta dan paling murah Rp750.000.

Sangkar burung yang digarapnya banyak diakui sebagai barang istimewa. Mulai dari warna sampai dengan desain ukiran di bagian mahkota yang diikuti di kaki-kaki dan bawahan. Mereka yang bisa meminang sangkar burung buatan Nur harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Ditemui di kediamannya yang juga digunakan sebagai tempat produksi, Nur mengungkapkan, pemesan sangkar burung garapannya berasal dari penjuru Nusantara. Bahkan luar negeri karena pemasaran yang bisa secara online .

Selain itu, pemesan biasanya mengetahui dari referensi sesama pecinta burung kicauan. Adapun jenis sangkar yang dibuat itu hanya untuk burung derkuku dan perkutut. “Pesanan biasanya lewat komunitas penggemar burung di Facebook ,” ucapnya.

Sistem pemasaran online baru akhir-akhir ini dijalankannya. Awalnya, dia mengaku hanya membuat atas pesanan lokal. Tanpa diduga dari para pemesan sangkar di tempatnya itu menyebar ke kalangan pecinta burung kicauan tergabung dalam grup di media sosial Facebook .

Dia yang ikut dimasukkan dalam grup itu pun biasa mengunggah foto sangkar-sangkar burung hasil garapannya. Dari foto-foto diunggah itu banyak pecinta burung kicauan yang mengetahui langsung memesan. Termasuk pemesan dari Thailand atau biasa dijuluki dengan Negeri Gajah Putih itu. Banyaknya pemesan setidaknya lamanya antrean sampai sangkar burung selesai harus menunggu sampai tiga bulan.

Desain mahkota yang dibuat beragam mulai dari mahkota merak, bunga, barong (Jawa), barongsai, naga, naga guci, topeng ayu, topeng Bima, dan Ganesha. “Harga yang membedakan itu motif dan desain mahkota, tiga bulan lalu kirim ke Thailand,” ucapnya.

Adapun dari berbagai desain itu yang paling mahal ialah desain Ganesha dan termurah burung merak. Kesuksesan Nur menggeluti usaha kerajinan sangkar burung tersebut dimulai sejak 1999 lalu. Berbekal dari pengalamannya ikut bekerja pada perajin sangkar burung di Pakuningratan, Yogyakarta, dan kesukaannya dalam dunia seni, dia pun menjajal usaha sendiri. Usaha yang digeluti dibantu teman dan tetangga sekitar rumahnya.

Setidaknya ada 8-9 orang yang membantu dan memiliki tugas masing-masing mulai dari pembuatan ukiran sampai dengan jeruji. Karyawan yang membantu Nur mengerjakannya di rumah masing-masing, kemudian setelah disetorkan Nur untuk dilakukan finishing . Sebagai perajin sangkar burung yang memiliki nama besar di kalangan pecinta burung kicauan, Nur pun sering diundang dalam acara pelatihan terhadap para perajin sangkar burung lain.

Bahkan, Nur berencana memberikan pelatihan terhadap para pemuda di desanya. Disampaikannya, banyak warga di daerahnya menggeluti usaha sangkar burung. Hanya biasanya masih setengah jadi dan belum dicat. Menurut dia, sayang membuat sangkar setengah jadi karena harganya akan rendah berkisar Rp50 ribu. “Sayang, sama-sama buat mending dibuat bagus sekalian, nilai sangkarnya juga akan tinggi,” katanya.

Menurut Nur, perajin sangkar burung kicauan yang membuat sangkar dengan model mahkota seperti dirinya masih jarang. Selain tempatnya, perajin lain sepengetahuan dia ada di Surabaya dan Majalengka. Hanya yang membedakan sangkar burung buatannya dengan diproduksi di Surabaya dan Majalengka terletak pada gantungan.

Sangkar burung yang diproduksi Nur bagian gantungan dibuat dari bahan kuningan. Rupanya selain memproduksi sangkar burung kicauan pesanan, banyak pula pecinta burung datang ke tempat Nur untuk melakukan reparasi sangkar. Sebagaimana yang dilakoni Rio, seorang pehobi burung kicauan jenis perkutut.

Pria asal Bantul itu mengaku mendapat sangkar burung dengan mahkota ukiran dari sau - daranya namun sudah rusak. Sayang sangkar burung itu tak terpakai, dia lantas mencari informasi perajin sangkar dengan model seperti sangkar miliknya hingga mendapatkan referensi nama Nurjiyanta. “Saya servis sangkar di sana, karena tempatnya Mas Nur itu garapannya bagus,” katanya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini