nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

World Bank Kucurkan USD200 Juta untuk Kembangkan Pariwisata

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 12:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 16 320 1644232 world-bank-kucurkan-usd200-juta-untuk-kembangkan-pariwisata-bH7vqbwt0v.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan siang ini melakukan rapat koordinasi untuk membahas tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Terdapat beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini. Salah satunya adalah mengenai kendala lahan yang dipastikan tak lagi bermasalah.

"Ini hanya masalah tanah, sengketa itu. Sudah beres," kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah Sambudhy Thaib di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Kamis (21/3/2017).

Menurutnya, pemerintah saat ini telah bersiap untuk membangun industri pariwisata di Indonesia. Bank Dunia pun akan mengucurkan dana hingga mencapai USD200 juta pada tahun ini untuk digunakan pada sektor pariwisata di Indonesia.

"Buat infrastruktur. Mekanismenya kan seperti biasa. Ke Bappenas, ke Kementerian PEPera. Cuma memang supportingnya untuk sektor pariwisata. Untuk itu, kita koordinasi dengan Kementerian Pariwisata," tuturnya.

Pemerintah pun saat ini tengah mempersiapkan master plan pembangunan pariwisata prioritas yang akan didanai dengan dana kucuran dari Bank Dunia. Ditargetkan, beauty contest untuk penunjukkan konsultan akan dilakukan pada April atau Mei mendatang.

"Habis itu langsung jalan, paralel. Satu pembuatan integrated master plan pariwisata yang kedua memang dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur di 3 kawasan. Danau Toba, Borobudur, sama Mandalika," ungkapnya.

Master plan pengembangan pariwisata pun ditargetkan dapat rampung dalam waktu dekat. Nantinya, konsultan lokal tetap memperoleh posisi pada pengembangan kawasan pariwisata ini.

"(Untuk asing) dibuka harus, tetap. Tapi harus melibatkan konsultan lokal. Terutama yang memahami. Karena ini kan menyangkut kearifan lokal. Dua-duanya dibutuhkanlah. Konsultan lokal dibutuhkan, konsultan (asing) juga. Kalau dari sisi TOR itu tidak memisahkan lokal dengan asing yang paling penting adalah juga sangat memahami masalah kearifan lokal," jelasnya.

Rencananya, dana dari Bank Dunia ini akan dikucurkan pada pertengahan tahun ini. Pemerintah pun nantinya akan melakukan tender bagi pihak swasta untuk memanfaatkan anggaran ini.

"Makanya saya bilang ada 2 proses yang paralel yang pertama master plan yang kedua pinjaman. Tapi pinjaman bisa jalan juga sama. Pinjaman sih diharapkan tanda tangan di Juni tahun ini, dan bisa cair juga di Juli 2017," jelasnya.

Hanya saja, master plan pembangunan infrastruktur dipastikan telah rampung. Pemerintah pun saat ini tengah melakukan persiapan untuk membentuk master plan pada sektor pariwisata.

"Kan kalau dari pinjaman itu untuk infrastruktur. Master Plan infrastruktur itu kan sudah jadi dari tahun lalu. Itu kan dibuat oleh PUPera. Yang lagi dibikin kan master plan pariwisata," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini