Image

TREN BISNIS: Tekanan Fed Rate, Elia Massa hingga Tantangan Bos Baru Pertamina

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017, 05:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 16 320 1644424 tren-bisnis-tekanan-fed-rate-elia-massa-hingga-tantangan-bos-baru-pertamina-HeI7Ivyw6D.jpg The Fed. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Pelemahan Rupiah dipicu sinyal kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Saat ini, nilai tukar rupiah bergerak di harga Rp. 13.390.

Analis Ekonomi Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menjelaskan, melemahnya mata uang Indonesia hanya bersifat sementara. Meskipun begitu ia masih menunggu respons dari Bank Indonesia (BI) terkait antisipasi kenaikan Fed Rate

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) resmi memiliki Direktur Utama (Dirut) baru. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), diputuskan dan disepakati bahwa Elia Massa Manik menjadi Dirut Pertamina pengganti Dwi Soejipto.

Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, penunjukan dirut Pertamina dari eksternal perusahaan tentu akan memperlambat pengambilan keputusan dan menghambat laju perkembangan perusahaan.

Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap

Rupiah Tertekan Fed Rate, BI Diminta Tak Cepat Naikkan Suku Bunga

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Pelemahan Rupiah dipicu sinyal kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Saat ini, nilai tukar rupiah bergerak di harga Rp. 13.390.

Analis Ekonomi Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih menjelaskan, melemahnya mata uang Indonesia hanya bersifat sementara. Meskipun begitu ia masih menunggu respons dari Bank Indonesia (BI) terkait antisipasi kenaikan Fed Rate.

“Kita masih menunggu repons dari BI, apa yang akan dilakukan oleh mereka. Apakah mereka juga akan menaikan BI Rate atau gimana,” ujarnya saat dihubungi Okezone.

Meski pun begitu, Lana menyarankan agar BI tidak terburu-buru untuk menaikan BI Rate. Pasalnya saat ini Ekonomi Indonesia sedang mengalami perlambatan , sehingga BI jangan gegabah untuk menaikan suku bunganya.

“Untuk bulan Maret ini saya rasa jangan dulu deh, karena ekonomi kita juga sedang mengalami perlambatan,” kata Lana Soelistianingsih.

Dalam hal ini, Lana juga belum bisa menilai bagaimana kinerja rupiah itu sendiri jika dibandingkan dengan mata uang lainnya. Pasalnya nilai tukar mata uang akan terus mengalami naik turun setiap harinya tanpa ia bisa prediksi.

“Baru bisa menilai performa rupiah di akhir tahun nanti, kalau sekarang saya enggak bisa bilang,” tutup Lana.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini