Image

BI: Kita Sudah Antisipasi Kenaikan Fed Rate

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017, 19:14 WIB
https img o okeinfo net content 2017 03 17 20 1645747 bi kita sudah antisipasi kenaikan fed rate d6EbYkOpmM jpg The Fed. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) telah resmi menaikan suku bunganya sebesar 0,25 basis poin. Hal ini tentu akan menimbulkan dampak bagi nilai tukar mata uang negara-negara tak terkecuali Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan bahwa kenaikan ini sudah diantisipasi. Sebab, sinyal kenaikan suku bunga AS sudah sejak lama muncul.

"Semula kan konsensusnya naik dua kali, kemudian sekarang konsesnusnya naik tiga kali. Waktu The Fed berubah dua kali menjadi tiga kali, The Fed itu sudah komunikasikan beberapa waktu yang lalu sehingga kemudian terbentuk konsensus baru sehingga kemudian terbentuk kenaikan The Fed tahun ini tiga kali," ungkapnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Menurutnya, dari awal Maret atau akhir Februari sudah terbentuk proses adjustment di pasar untuk pesan dari The Fed naiknya akan tiga kali. Sehingga negara-negara di dunia sudah bersiap menghadapi kenaikan. 

"Komunikasi The Fed baik, sehingga waktu kemarin beneran naik tidak terjadi gejolak di pasar, malah rupiahnya menguat. Jadi memang yang penting itu komunikasi. Kalau komunikasi ter-deliver dengan baik dan pasar mengerti naiknya tiga kali, kalau pasar mengerti enggak apa-apa," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, Indonesia harus terus melihat kondisi dari negara luar. Karena kondisi dari luar itulah yang menjadi masalah The Fed untuk terus naikkan suku bunganya.

"Ini kan enggak stop, tahun depan bisa tiga kali lagi. kemungkinan besar tiga kali tahun ini dan tiga kali tahun depan. Harus terus memonitor situasi, kalau mau bunga kita enggak ikut naik harus bisa jaga inflasi rendah," tukasnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini