Image

BI Tahan Suku Bunga, Masih Atraktif Hadapi Kenaikan Fed Rate

Ulfa Arieza, Jurnalis · Sabtu 18 Maret 2017, 06:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 17 278 1645572 bi-tahan-suku-bunga-masih-atraktif-hadapi-kenaikan-fed-rate-WzKjUBNAK9.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen telah memutuskan menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 0,25% ke posisi 0,75% - 1 %. Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG)Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-Day RR Rate) di level 4,75%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai keputusan yang diambil BI untuk menahan suku bunga adalah kebijakan yang tepat. Pasalnya, tidak ada urgensi bagi BI untuk menaikkan suku bunga.

Menurut Pardede, pasca kenaikan suku bunga the Fed kondisi rupiah cukup stabil dan tidak ada aksi jual di pasar keuangan.

"Tidak serta merta AS naik, suku bunga semua naik, tidak pasti begitu," terangnya saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Dengan menahan suku bunga 4,75%, lanjut Pardede, suku bunga BI masih cukup menarik bagi para investor.

"Masih terdapat spread, margin masih 4% - 5% sehingga itu yang kita lihat masih cukup atraktif," ujarnya.

Terlebih fundamental perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi bagus. Pertumbuhan ekonomi tahun ini ditargetkan pada kisaran 5,1 % 5,2%. Kendati ada kenaikan tarif listrik, tetapi inflasi cenderung terkendali.

Kemudian dari segi posisi cadangan devisa, juga mengalami surplus yaitu sebesar USD119,9 miliar pada akhir Februari 2017, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2017 yang sebesar USD116,9 miliar.

Pemerintah juga terus aktif mendorong iklim investasi. Seperti yang baru - baru ini diketahui bahwa Pemerintah telah berhasil menjalin kerjasama dengan Arab Saudi, Korea Selatan, dan Australia.

"Jadi semua data ekonomi kita menunjukkan perbaikan, sehingga dapat dikatakan fundamental ekonomi kita membaik," pungkas Pardede.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini