Image

ECONOMIC VIEWS : Suspensi Saham, Fed Rate hingga Investasi 4 Hotel Capai Rp375 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 07:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 17 320 1645497 economic-views-suspensi-saham-fed-rate-hingga-investasi-4-hotel-capai-rp375-miliar-OrkFvcQbPH.jpg The Fed. (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI). Hal ini lantaran adanya peningkatan saham kumulatif secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.

PT Angkasa Pura II (AP II) melalui anak usahanya, PT Angkasa Pura Properti, berencana membangun empat hotel di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Kualanamu, Medan.

Ekonomi global sedang ramai menyoroti dampak kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) atau The Fed. Kebijakan kenaikan suku bunga The Fed akan diambil melalui pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dilangsungkan esok hari, 14 dan 15 Maret 2017.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed bukan merupakan prioritas bagi Amerika Serikat (AS). Dalam analisa Tito, Presiden AS Donald Trump cenderung menjaga kebijakan ekonominya dibandingkan dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Nilai investasi untuk keempat hotel tersebut diperkirakan mencapai Rp375 miliar. Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan hotel tersebut dijajaki melalui kerja sama dengan Hotel Indonesia Group (HIG) yang merupakan gabungan dari tiga perusahaan, yaitu PT Hotel Indonesia Natour, PT Patra jasa, dan PT Aero Wisata

Ketiga berita tersebut, merupakan berita-berita yang populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

BEI 'Hilangkan' Saham Lotte Chemical di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI). Hal ini lantaran adanya peningkatan saham kumulatif secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.

"Suspensi ini dilakukan dalam rangka cooling down saham. Suspensi sendiri, dilakukan di seluruh pasar mulai 14 Maret 2017," kata Kadiv Pengawasan Transaksi Irvan Susandy seperti dilansir keterbukaan informasi, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Dia menambahkan, penghentian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham FPNI.

(kmj)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini