Share

Saat Arcandra Tahar Ajarkan Perbedaan Skema Cost Recovery dan Gross Split

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 17 320 1645679 saat-arcandra-tahar-ajarkan-perbedaan-skema-cost-recovery-dan-gross-split-68Mp4s0xDW.jpg Arcandra Tahar: (Foto: Situs Kementerian ESDM)

JAKARTA - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memaparkan mengenai perbedaan skema cost recovery dan skema bagi hasil gross split di hadapan ratusan mahasiswa saat menjadi dosen tamu di Universitas Trisakti.

Saat membagikan ilmunya kepada mahasiswa, Arcandara mengungkapkan perdebatan yang selama ini terjadi antara kontraktor migas dan pemerintah mengenai SKK Migas. Sehingga untuk memudahkan mahasiswa memahami, ia pun menggunakan perumpamaan menggunakan sebotol air mineral.

"Saya tanya berapa harga sebotol air mineral, kalau saya tanya ke pedagang kaki lima harganya Rp5.000, kalau saya tanya ke restoran harganya Rp10.000, tapi begitu saya tanya ke hotel bintang lima harganya Rp50.000," ungkapnya di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Menurutnya perbedaan harga tidak bisa di larang oleh Pemerintah. Sehingga tergantung kemampuan setiap orang saja.

"Saya dapat di pinggir jalan Rp5.000, tapi di hotel Rp50.000. Hotel tak salah, karena ada biaya untuk kenyamanan, debat harga ini yang paling susah. Bikin banyak debat," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, perdebatan masalah harga botol minum ini tidak akan menemukan titik temu. Tapi harga yang lebih mahal seperti restoran juga menawarkan pelayanan yang baik dan nyaman. Seperti itu pula jika masalah mengenai skema SKK Migas yang dilerdebatkan akan susah menemukan kesepakatan. Hal ini lantaran teknologi yang dipakai masing-masing kontraktor berbeda.

"Ini baru sebatas air mineral, bagaimana kalau memasukkan unsur teknologi. Siapa saya harus tanya, jawabanya tergantung siapa yang punya teknologi. Kalau itu teknologinya BP, saya tanya ke Chevron jawabannya enggak tahu. Debat jadinya," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini