Share

Rencana Pengembangan Perkotaan Bisa Tingkatkan Daya Tarik Jakarta

Agregasi Rumah.com, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 17 470 1645135 rencana-pengembangan-perkotaan-bisa-tingkatkan-daya-tarik-jakarta-iMqWG7fRrX.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Dari hasil riset yang dirilis Jones Lang LaSalle (JLL) Investment Intensity Index terungkap bahwa dari 30 peringkat kota besar di dunia, hanya empat kota di kawasan Asia Pasifik yang punya perkembangan signifikan dalam hal intensitas investasi properti.

Empat kota besar tersebut adalah Sydney (urutan 8), Melbourne (urutan 16), Hong Kong (urutan 28) dan Tokyo (urutan 30).

Indonesia, dengan Jakarta sebagai kota terbesarnya tidak masuk ke dalam jajaran peringkat tersebut, sebab dinilai masih terkendala oleh sejumlah faktor.

Baca juga: Pergerakan Pasar Properti Jakarta Mengarah ke Jakarta Timur

Mulai dari kurangnya transparansi dalam hal regulasi, tantangan infrastruktur, pembatasan pasar hingga gaya kepemilikan volatilitas ekonomi dan politik.

Sementara itu, Hendra Hartono, CEO dari PT Leads Property Services Indonesia sekaligus Ketua Panel Juri Independen Petahana untuk ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017, justru berpendapat bahwa Jakarta masih tetap menjadi kota yang dinamis di kawasan Asia Pasifik.

Hendra mengakui bahwa kondisi saat ini masih relatif ‘soft’ dan menantang. Dengan demikian, pasar properti Indonesia bisa dikatakan tetap “Jakarta-sentris”.

“Menurut saya, melibatkan urban development plan akan meningkatkan nilai proyek dan juga bisa menarik orang asing untuk tinggal dan berinvestasi properti di Indonesia, utamanya Jakarta. Apalagi masih ada banyak cara yang bisa bersama-sama kita perbuat untuk menaikkan Jakarta sebagai kota paling layak huni,” katanya.

Hendra menyebut, dalam data yang dikeluarkan Economist Intelligence Unit pada tahun 2016 lalu, Jakarta menempati urutan ke-56 kota layak huni dari 140 kota di dunia.

“Infrastruktur yang terus bertumbuh di Jakarta bisa mengubah pola pikir dan cara orang (investor) mencari lahan untuk bisnis propertinya,” tukas Hendra.

Jakarta Nomor 7 se-Asia

Dalam survei yang dikemukakan Urban Land Institute dengan masukan dari Pricewaterhouse Coopers (PwC) LLP tahun lalu, Jakarta sukses menyabet posisi ke tujuh dari 10 peringkat kota dengan penawaran investasi real estate terbaik se-Asia tahun 2017.

Jakarta berhasil mengalahkan tiga kota besar di bawahnya yakni Bangkok (8), Sydney (9), dan Guangzhou (10). Kendati begitu, posisi ini justru turun satu peringkat, setelah pada 2016 berada di peringkat ke enam.

Menurunnya ranking Jakarta bisa jadi disebabkan karena kondisi perekonomian Indonesia yang lebih kondusif selama triwulan kedua 2016. Apalagi pertumbuhan pasar properti masih bergerak aktif dan tersentral di Ibukota.

“Namun aktivitas pasar yang lebih baik di awal tahun ini memacu para investor dan pelaku bisnis properti agar tetap optimistis, khususnya untuk sektor perkantoran dan kondominium,” terang ujar Vivin Harsanto, selaku head of advisory JLL (Jones Lang LaSalle) Indonesia.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini