Image

RAHASIA SUKSES: Suprajarto, Bos Baru BRI yang Malang Melintang di Dunia Perbankan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Minggu 19 Maret 2017, 18:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 18 320 1646167 rahasia-sukses-suprajarto-bos-baru-bri-yang-malang-melintang-di-dunia-perbankan-wciXEwSMaD.jpg Sumber: Website BRI

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) memutuskan untuk mengangkat Suprajarto sebagai Direktur Utama. Suprajarto menggantikan Asmawi Syam yang masa jabatannya habis pada Maret 2017.

Di kalangan bankir, nama Suprajarto sudah tidak asing lagi. Sebab, kariernya di industri perbankan bervariasi. Pengalamannya tidak usah diragukan lagi.

Sebelum menjadi orang nomor satu di BRI, dia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI). Suprajarto duduk di kursi Wadirut BNI sejak 17 Maret 2015.

BRI bukan tempat baru baginya, lantaran sebelum berlabuh ke Bank BNI dia adalah Direktur Jaringan dan Layanan BRI. Posisi tersebut dia miliki sejak 5 September 2007 dan juga menjabat sebagai Direktur Jaringan dan Operasional.

Bila ditarik garis mundur ke belakang, dirinya pernah juga menjabat sebagai Kepala Kantor BRI Daerah Jakarta. Dengan serangkaian pengalaman tersebut, Suprajarto berlabuh di bangku Direktur Utama BRI.

Tak hanya kariernya yang gemilang, Suprajarto juga memiliki riwayat pendidikan yang mumpuni. Dia merupakan lulusan S3 Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran, Bandung. Dirinya juga pernah menempuh pendidikan S2 Manajemen Pemasaran, Universitas Padjadjaran, Bandung dan S1 Ekonomi, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", Yogyakarta

Sekadar gambaran tentang perusahaan yang dipimpinnya saat ini. BRI merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Total aset Perseroan pada 31 Desember 2016 meningkat 14,25% (yoy) menjadi Rp1.003,64 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan kredit yang tumbuh 14,17% mencapai Rp663,42 triliun. Kredit masih merupakan komponen utama dari aktiva produktif BRI, yaitu sebesar 73,38%. Pertumbuhan kredit tetap diikuti oleh kualitas kredit yang baik, tercermin dari NPL (gross) tahun 2016 yang berada pada level 2,13% relatif sama dengan tahun lalu yang sebesar 2,10%.

Pada 31 Desember 2016, posisi total liabilitas BRI mengalami kenaikan 11,96% menjadi Rp856,83 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai komponen terbesar dalam total liabilitas mengalami kenaikan 12,78% dibandingkan tahun 2015 menjadi Rp754,53 triliun, dengan komposisi dana murah BRI mencapai 59.09% atau meningkat dari tahun 2015 yang sebesar 57,82%.

 (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini