Image

Sri Mulyani Minta Indonesia Masuk Financial Action Task Force

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 19 Maret 2017, 18:02 WIB
https img k okeinfo net content 2017 03 19 20 1646720 sri mulyani minta indonesia masuk financial action task force IEBCyj4IuS jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan keinginannya menjadi anggota Financial Action Task Force (FATF). Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di G20, Jerman.

Dalam keterangan tertulis Kemenkeu, Minggu (19/3/2017), Sri Mulyani meminta anggota G20 memberikan sokongan penuh atas keinginannya masuk menjadi anggota FATF. Pasalnya, keberadaan Indonesia akan memberikan kontribusi besar kepada dunia dalam pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme (AML/CFT), mengingat posisi Indonesia yang termasuk dalam negara yang strategis di dunia dan mempunyai sistem keuangan yang terbuka.

Manfaat terhadap domestik juga sangat besar di mana Indonesia dapat mempersiapkan regulasi terkait pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme, sejalan dengan standar internasional, dan juga dapat secara aktif berperan dalam membangun standar global terkait AML/CFT.

Lebih lanjut dijelaskan Sri Mulyani, G20 di bawah Presidensi Jerman juga mendorong penguatan kerja sama dengan negara-negara di Afrika melalui program “Compact with Africa”.

Agenda tersebut bertujuan untuk meningkatkan investasi dari swasta, terutama pada sektor infrastruktur, melalui perbaikan kerangka kerja. Indonesia mendukung untuk terlaksananya program Compact with Africa tersebut, dan siap mendorong keterlibatan lebih besar sektor swasta dan BUMN Indonesia untuk memanfaatkan program ini sebagai kesempatan memperluas investasi dan usaha ke benua Afrika.

Sementara itu, keterlibatan pemerintah Indonesia selama ini telah dilakukan melalui program kerja sama selatan-selatan dan triangular serta melalui lembaga keuangan internasional, termasuk peningkatan komitmen Indonesia di International Development Association (IDA)-Bank Dunia. Untuk memperkuat agenda tersebut, Indonesia meminta agar G20 dapat menugaskan Global Infrastructure Hub (GIH) dan Global Infrastructure Connectivity Alliance (GICA) yang digagas oleh Indonesia dan sejumlah negara G20 untuk secara optimal berkontribusi dalam membantu mekanisme dan kesiapan pembiayaan infrastruktur di negara-negera benua Afrika.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini