Image

BI-KPEI Kompak Optimalkan Kliring Obligasi Negara

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 11:55 WIB
https img o okeinfo net content 2017 03 20 20 1647082 bi kpei kompak optimalkan kliring obligasi negara zL0oR8Crb7 jpg Foto: Dedy/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia hari ini melakukan penandatanganan perjanjian penyelengaraan kliring obligasi negara di pasar sekunder.  Penandatanganan perjanjian ini dilakukan di Gedung BI, Jakarta Pusat.

BI pun telah menunjuk PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia ( KPEI) sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Obligasi Negara di pasar sekunder, baik yang ditransaksikan melalui bursa maupun di luar bursa (over the counter). Kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas data transaksi pasar sekunder, mengingat perdagangan Obligasi Negara di pasar sekunder mayoritas (hampir 100%) dilakukan over the counter. 

"BI terus berupaya untuk menjalankan secara transparan dan bertanggung jawab. Untuk itu sejak 2006 BI telah menunjuk KPEI sebagai penyelenggara kliring. Ini mendukung rencana pemerintah untuk tingkatkan diversifikasi investor," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Sugeng menambahkan , penunjukan KPEI merupakan bentuk upaya mendukung rencana Pemerintah untuk membuka alternatif perdagangan Obligasi Negara dalam rangka meningkatkan aktivitas, diversifikasi investor, efisiensi, dan transparansi perdagangan Obligasi Negara di pasar sekunder.

"Saya ucapkan terima kasih kepada BI yang telah banyak membantu. Ini bisa terwujud dengan adanya kegiatan obligasi negara dalam ETP (Elektronik Trading Platform) ini," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida pada kesempatan yang sama.

Selain itu, penunjukan tersebut merupakan dukungan Bank Indonesia terhadap rencana implementasi Electronic Trading Platform (ETP) untuk transaksi SBN di luar bursa. Program ini pun diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia, sehingga menjadi semakin maju dan berkembang.

Selanjutnya, Sugeng menekankan agar penyelenggaraan kliring transaksi Obligasi Negara Ritel di luar bursa yang terorganisir di pasar sekunder dilakukan secara seksama. Hal tersebut penting dilakukan agar terbentuk informasi harga kepada investor, menjadikan mekanisme pembentukan harga lebih transparan, serta meningkatkan efisiensi dan likuiditas di pasar yang mencerminkan kondisi pasar surat utang yang efisien. 

Dengan demikian, penunjukan KPEI sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Obligasi Negara di pasar sekunder melalui bursa dan ETP merupakan suatu pencapaian penting dan diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia untuk menjadi semakin maju dan berkembang.

 (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini