Image

Pro Kontra Investor Ketika Berinvestasi di Obligasi

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 12:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 20 20 1647112 pro-kontra-investor-ketika-berinvestasi-di-obligasi-JXGvryNpYp.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) telah melakukan penandatanganan perjanjian penyelenggaraan kliring obligasi negara di pasar sekunder. Perjanjian ini adalah lanjutan dari kerjasama yang juga telah dijalin sebelumnya.

Kerjasama ini dilakukan untuk membuka alternatif perdagangan obligasi negara di pasar sekunder. Diharapkan, kerjasama ini nantinya dapat meningkatkan aktivitas, diversifikasi investor, dan transparansi perdagangan obligasi negara.

"Saat ini ORI yang dapat diperdagangkan masih outstanding. Nanti kami masih evaluasi karena pengembangan surat utang negara tidak ada yang seperti rumusan atau obat yang mujarat. Mana yang lebih efektif, model seperti apa yang tepat," tutur Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting di Gedung BI, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, investor masih berpikir ulang untuk dapat berinvestasi pada obligasi. Untuk itu, kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan kepada pasar surat utang di Indonesia.

"Ini masih ada pro dan kontra. Beberapa pelaku katakan apakah modal itu cocok karena obligasi adalah yang tidak diperdagangkan di bursa.  Ini nanti akan lebih transparan," jelasnya.

Setelah kerjasama ini, investor nantinya diharapkan dapat lebih memilih obligasi sebagai salah satu sarana investasi. Utamanya pada perdagangan di pasar sekunder atau di luar Bursa Efek Indonesia.

"Karena semua berkepentingan. Maka kami coba over the counter tetap jalan. Sehingga nanti kita sama-sama akan lihat ke depannya seperti apa yang nanti bisa untuk Indonesia. Nanti akan dilihat apakah nanti akan eksis atau ke organize exchange," tutupnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini