Image

Asing Kuasai 37% Surat Berharga Negara di 2016

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 20 1647230 asing-kuasai-37-surat-berharga-negara-di-2016-vElxnmpIJd.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu alternatif bagi investor untuk dapat berinvestasi di Indonesia. Penerbitan SBN pun selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

Bank Indonesia (BI) mencatat, total SBN yang ditransaksikan di pasar sekunder pada tahun 2016 lalu mencapai Rp7527 triliun. Jumlah ini mencapai 400% dari total kepemilikan atau outstanding yang mencapai Rp1.895,68 triliun.

Deputi Bank Indonesia Sugeng mengatakan, penerbitan SBN ini dimiliki oleh pihak asing dan bank BUMN. Adapun porsi kepemilikan asing mencapai 37%.

"Porsinya 37% dimiliki asing. Oleh karena itu memang bagaimana bisa kita kurangi karena kalau sebagian besar dari asing ada risikonya juga," tuturnya di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Diharapkan, penerbitan SBN ini nantinya akan banyak menarik minat dari investor lokal. Pasalnya, terdapat berbagai risiko apabila SBN ini banyak dimiliki oleh investor asing.

"Kita juga bagaimana nanti ada POJK, insurance, dana pensiun bisa ikut memiliki itu. Mereka juga ikut menginvestasikan," ungkapnya.

Sementara itu,BI juga akan menerbitkan peraturan untuk perdagangan instrumen utang sertifikat deposit (Negoitable Certificate Deposit/NCD). Melalui aturan ini, perbankan dapat memiliki alternatif lain untuk memperoleh pendanaan. Hal ini pun menjadi salah satu kesempatan untuk meningkatkan minat investasi bagi kalangan investor.

"(Volume NCD) sudah Rp18 triliun untuk akumulasi. Tapi NCD-nya itu masih sebetulnya masih , mekanismenya masih kita godok," ungkapnya.

Ditargetkan, peraturan untuk mengatur hal tersebut akan terbit akhir bulan ini. Saat ini, aturan ini pun masih dalam tahap pembahasan oleh BI.

"Akhir Maret rencananya. Intinya bagaimana membuat infrastruktur pendanaan bank, pengaturan likuiditas. Masih kita godok juga," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini