Image

The Fed Naikkan Suku Bunga, Pemerintah Bakal Terbitkan Obligasi Valas

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 15:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 20 20 1647337 the-fed-naikkan-suku-bunga-pemerintah-bakal-terbitkan-obligasi-valas-sOOrGHKgj3.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (the Fed) telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point. Hal ini direspons oleh ekonomi Indonesia secara positif yang terlihat dari stabilnya Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah.

"Kita memang ekspektasi dua kali kita sudah coba kalau bisa akan dilakukan. Valas di semester I kita rencanakan bisa diselesaikan. Tapi kan agak surprise kemarin tingkat bunga bukan bergerak naik malah turun menjelang itu. Market sudah mencoba mengekspektasi begitu FFR dia enggak naik bergerak turun malah," tutur Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting di Gedung BI, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Pemerintah berencana untuk menerbitkan obligasi valas. Saat ini, rencana tersebut tengah dimatangkan oleh pemerintah.

"Pokoknya yang tersisa saat ini adalah yang sudah done kan conventional global bonds, yang tersisa dari sisi instrumen adalah global sukuk USD , global euro sama samurai bonds. Sisanya ktia rencanakan bisa di semester I kalau semuanya lancar," tuturnya.

Hanya saja, pemerintah masih memiliki sejumlah kekhawatiran. Salah satunya adalah pada perlambatan ekonomi China hingga dan keadaan geopolitik global.

Untuk itu, pemerintah pun akan mengandalkan sejumlah instrumen investasi dalam negeri untuk meningkatkan nilai investasi. Hal ini pun nantinya dapat menjadi salah satu tameng bagi Indonesia untuk menghadapi kenaikan suku bunga AS.

"Kalau bisa ya costnya itu bisa enggak terlalu mahal, artinya kalau yang Rp5 juta yang punya tabungan Rp5 juta siapa yang bisa dapat kalau deposito dapat special rate. Ini kita yang punya uang Rp5 juta bisa akses dapat kupon yang sama rata. Kalau di bank kan kaya kasta yang punya uang banyak, kalau government sama rata," jelasnya.

Diharapkan, investor lokal akan semakin tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan begitu, maka ekonomi Indonesia tetap dapat tumbuh terlepas dari ancaman eksternal dari ekonomi global.

"Jadi sudah bagus itu, deposito enggak sampai 6% kalau punya Rp5 juta," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini