Image

Prodia Catatkan Laba Bersih Rp88,13 Miliar

Agregasi Senin 20 Maret 2017, 15:06 WIB
https img z okeinfo net content 2017 03 20 278 1647293 prodia catatkan laba bersih rp88 13 miliar KFZOBZuM6f jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA –PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan laba bersih Rp88,13 miliar atau meningkat 49,3% jika dibandingkan tahun 2015. Padahal perseroan terbilang baru mencatatkan saham perdananya di pasar modal akhir tahun lalu.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan, 2016 dapat dilalui dengan kinerja baik berkat dukungan dari tim dan seluruh pemangku kepentingan di Prodia. Menurutnya, tahun 2016 merupakan tahun yang sangat penting bagi Prodia yang berkomitmen memberikan kinerja positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan pasca pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) pada awal Desember 2016.

Selain pertumbuhan laba bersih, pendapatan perseroan juga meningkat sebesar 13,4% menjadi Rp1,358 triliun dibandingkan tahun 2015. EBITDA perseroan juga meningkat 19,3% di tahun 2016 dan EBITDA margin 15,4%.”Kinerja positif ini ditopang dengan bertambahnya jejaring layanan yang telah menyebar di 31 provinsi di Indonesia," ujar Dewi.

Dewi Muliaty menambahkan, pihaknya akan terus memperluas jejaring layanan dengan menjalankan inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing. Hingga akhir tahun 2016, Prodia telah memiliki jejaring layanan sebanyak 259 gerai Prodia, terdiri dari 129 laboratorium klinik (termasuk empat di antaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC), satu PHC stand alone, dua klinik khusus, sembilan laboratorium Rumah Sakit, dan 118 Point of Care (POC) Service di klinik dokter yang tersebar di 31 provinsi dan 106 kota di Indonesia.

Pasar kesehatan di Indonesia, kata Dewi masih terbuka luas. Frost and Sullivan memperkirakan pasar tes laboratorium swasta di Indonesia berada pada kisaran US$ 615 juta pada tahun 2015 dan menjadi US$ 817 juta pada tahun 2017 atau bertumbuh dengan CAGR sebesar 15,2%.”Pertumbuhan pasar laboratorium swasta ini akan menjadi salah satu pertumbuhan yang tercepat pada industri kesehatan di Indonesia," ungkapnya.

Sejalan dengan rencana IPO, lanjut dia, pada lima tahun mendatang perseroan akan ekspansi menambah dua laboratorium rujukan berskala regional di Sumatra dan Jawa, 33 laboratorium klinik dan 12 Klinik khusus yang baru. Selain itu juga penambahan 20 POC Service dan lima laboratorium Rumah Sakit per tahun.

Dalam lima tahun mendatang, lanjut Dewi, perseroan juga menargetkan tetap menjadi pemimpin di laboratorium swasta dan menjadi referensi laboratorium di seluruh Indonesia dengan konsep pelayanan wellness healthcare yang berbasis pengelolaan kesehatan individu (personalized medicine) bagi pelanggan umum di klinik PHC dan klinik khusus Prodia Children Health Centre (PCHC), Prodia Womens Health Centre (PWHC), dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini