Image

Pasar Modal Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Agregasi Senin 20 Maret 2017, 16:02 WIB
https img okeinfo net content 2017 03 20 278 1647369 pasar modal jadi tulang punggung ekonomi Wgz3hEThLK jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA – Menyadari besarnya likuiditas di pasar modal yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku pasar untuk membiayai sektor infrastruktur, menjadi harapan bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar ke depan peran pasar modal bisa lebih dimaksimalkan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan industri pasar modal Indonesia menjadi harapan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur.

”Pemerintah sedang membangun infrastruktur, kebutuhan dana dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 membutuhkan dana yang luar biasa besar hampir Rp5.000 triliun, pasar modal bisa untuk 'involved'," ujarnya di Jakarta.

Dia menambahkan, pembiayaan dari pasar modal merupakan bentuk pembiayaan jangka panjang sehingga dapat diandalkan untuk pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, diperlukan pendalaman pasar modal agar lebih likuid. Disebutkan peran kontribusi pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 10% dan tahun depan ditargetkan sebesar 12%. Dimana pendapatan pajak negara dari pasar modal di 2016 kemarin mencapai Rp110 triliun.

Kemudian pajak dari pasar modal berasa dari emiten saham Rp 89,70 triliun, dividen saham Rp 12,99 triliun, kupon obligasi Rp 4,43 triliun, transaksi saham Rp1,84 triliun, anggota bursa Rp 0.64 triliun dan penawaran perdana Rp 0.01 triliun. Selain itu, pasar modal juga memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat sebesar Rp 215,62 trilun yang bersumber dari capital gain, kupon obligasi dan dividen.

Oleh karena itu, Nurhaida bersama dengan pemangku kepentingan di industri pasar modal Indonesia akan terus mengupayakan penambahan jumlah investor agar industri bertambah likuid dengan membangun kepercayaan investor.”Suatu market akan berkembang kalau ada kepercayaan dan jumlah peserta banyak. Kita perlu meningkatkan jumlah investor secara masif. Dalam dua tahun terakhir ini, jumlah investor mencapai sekitar satu juta investor, merupakan pencapaian luar biasa. Namun di negara lain sekitar 20-30% seperti Malaysia dan Singapura,"katanya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah investor di pasar modal domestik baru mencapai sekitar 0,39% dari jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 258 juta. Maka itu, OJK bersama dengan "stakeholder" lainnya akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan literasi pengetahuan masyarakat tentang pasar modal.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini