Image

Waskita Karya Bakal Terbitkan Obligasi Rp10 Triliun

Agregasi Senin 20 Maret 2017, 16:06 WIB
https img k okeinfo net content 2017 03 20 278 1647377 waskita karya bakal terbitkan obligasi rp10 triliun SgqSc6DTOM jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA – Danai belanja modal, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) bakal menerbitkan surat utang (obligasi) baru dengan penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp10 triliun yang akan dimulai pada tahun ini.

”Kuartal kedua tahun ini, kami akan mengajukan PUB baru skalanya Rp10 triliun, tapi dalam proses," kata Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Choliq di Jakarta.

Disebutkan, tahun ini perusahaan akan mengeluarkan terlebih dahulu senilai Rp6 triliun. Dana tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan tahun ini sebesar Rp32 triliun.

Sementara, sisa dari kebutuhan belanja modal tersebut akan dipenuhi oleh pinjaman perbankan mencapai Rp14 triliun dengan jumlah utang baru sebesar Rp4triliun-Rp5 triliun dan sisanya utang lama yang belum ditarik.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Waskita Karya, Tunggul Rajagukguk menyebut, pinjaman perbankan akan berasal dari kredit sindikasi. Di mana, dana tersebut akan ditarik secara bertahap. Kemudian, kekurangannya akan disumbang oleh ekuitas perusahaan.”Pasti sindikasi, itu kan proyek-proyek tolnya kredit investasi," kata Tunggul.

Nantinya, sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk proyek jalan tol perusahaan. Saat ini, perusahaan mengelola 17 ruas jalan tol melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road dengan total investasi Rp113 triliun.

Sekadar informasi, perusahaan masih memiliki porsi untuk menerbitkan obligasi sekitar Rp400 miliar dari sisa PUB 2016 dengan total Rp5 triliun. Namun, perusahaan memutuskan untuk menghentikan PUB tersebut dan memilih mengeluarkan PUB baru dengan nilai yang lebih tinggi.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan akan mengalokasikan dana sebesar Rp513 miliar atau sekitar 30% dari laba bersih perseroan untuk dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.

Disebutkan, dividen sebesar Rp 513 miliar setara dengan Rp37,87 perlembar sahamnya. Tercatat sepanjang tahun 2016 kemarin, laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,71 triliun atau meningkat 62,86% dibandingkan dengan 2015 senilai Rp1,05 triliun.

Di mana, pendapatan sebesar Rp23,78 triliun atau naik sebesar 68,07% dari tahun 2015 yang sebesar Rp14,15 triliun dan laba bersih Rp1,81 triliun atau naik 76,6% dari tahun 2015 yang sebesar Rp1,04 triliun.

Adapun, perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp69,97 triliun atau naik sekitar 118% dari tahun 2015 sebesar Rp32,08 triliun. Kontrak dalam pengerjaan sebesar Rp104,02 triliun atau naik 100% lebih dari tahun 2015 sebesar Rp51,83 triliun.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini