Image

Bea Masuk Biodiesel Tinggi, RI Gugat Uni Eropa

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 10:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647013 bea-masuk-biodiesel-tinggi-ri-gugat-uni-eropa-lpXgE7oX8a.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia melayangkan gugatan kepada Uni Eropa atas penerapan bea masuk anti-dumping (BMAD) atas produk biodiesel Indonesia yang cukup besar sehingga berdampak pada lesunya ekspor.


Gugatan tersebut akan disampaikan melalui forum Dispute Settlement Body (DSB) Badan Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Indonesia meyakini bahwa Komisi Eropa sebagai otoritas penyelidikan melakukan kesalahan dalam metodologi dan penghitungan normal value serta profit margin yang menyebabkan produsen atau eksportir biodiesel asal Indonesia dikenai BMAD tinggi. Sebagai informasi, nilai BMAD yang ditetapkan bagi Indonesia cukup besar, yaitu 8,8-23,3% (76,94-178,85 euro) per ton.

Hal ini menyebabkan ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa mengalami kelesuan. Sejak dikenai BMAD oleh Uni Eropa, kinerja ekspor biodiesel dari Indonesia ke Uni Eropa turun 72,34% atau turun dari USD635 juta pada 2013 menjadi USD9 juta pada 2017. Berdasar hasil analisis pengenaan BMAD tersebut, Pemerintah Indonesia menilai ada ketidakadilan dan inkonsistensi dengan Anti-Dumping Agreement (ADA) WTO. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, Uni Eropa merupakan pasar yang bagus untuk produk biodiesel Indonesia.

Melalui gugatan tersebut, pemerintah berharap akan dihasilkan keputusan penurunan jumlah margin dumping sehingga nantinya ekspor biodiesel kembali meningkat. ”Namun upaya ini membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha,” ujarnya di Jakarta kemarin. Oke menegaskan, Indonesia tidak akan bersikap lunak terhadap upaya-upaya yang dapat merugikan akses pasar Indonesia di Uni Eropa. Langkah yang sama juga ditempuh Argentina yang telah lebih dulu melayangkan gugatan serupa terhadap Uni Eropa. Negeri sepak bola itu akhirnya berhasil memenangi kasusnya di tingkat Appellate Body (AB) WTO.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati menyatakan siap melayangkan gugatan pada bulan ini dan akan terus memantau setiap perkembangan informasi atas sengketa biodiesel ini. Menurutnya gugatan akan disampaikan pada pertemuan pertama tanggal 29-30 Maret di markas besar WTO di Jenewa. ”Kami tidak akan membiarkan ada celah yang akan berpotensi melemahkan gugatan Indonesia kepada Uni Eropa,” tegasnya.

Belajar dari pengalaman gugatan Argentina terhadap Uni Eropa, dia optimistis Indonesia dapat memenangi gugatan di DSB WTO. Tidak hanya melalui DSB WTO, produsen dan eksportir Indonesia juga telah mengajukan gugatan atas pengenaan BMAD Uni Eropa ke General Court Uni Eropa. Pada 19 September 2016, kantor berita Reuters mengabarkan bahwa pengadilan General Court Uni Eropa telah mengabulkan gugatan tersebut dan berdasarkan hasil putusannya memerintahkan Uni Eropa untuk membatalkan penetapan BMAD terhadap Indonesia dan Argentina. Saat ini Dewan Uni Eropa tengah mengajukan banding terhadap putusan General Court ke The European Court of Justice.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini