Image

Kemampuan PLN Terbatas, Sinergi dengan Swasta Perlu Ditingkatkan

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 11:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647025 kemampuan-pln-terbatas-sinergi-dengan-swasta-perlu-ditingkatkan-UiaR3B3LKT.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pemerintah diharapkan mengoptimalkan sinergi antara PT PLN (Persero) dan pembangkit swasta melalui desain regulasi kelistrikan jangka pendek dan menengah.


Hal itu penting mengingat keterbatasan kemampuan pemerintah dan PLN dalam mengejar target penyelesaian program 35.000 megawatt (MW) pada 2019. Pengamat kelistrikan dan peneliti Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi menjelaskan, swasta berperan penting dalam mendukung ketersediaan listrik di Tanah Air. Pasalnya, PLN juga memiliki keterbatasan finansial dalam menyediakan listrik sesuai target.

“Keterbatasan kemampuan pemerintah dan PLN juga terlihat dari perubahan pendanaan program 35.000 MW. Pada awal pencanangan sekitar 80% proyek pembangkit 35.000 MW akan dibiayai anggaran negara. Namun, saat ini lebih dari 60% proyek 35.000 MW justru berasal dari swasta. Karena itu, pemerintah dan PLN perlu mengukur kemampuan yang realistis,” ujarnya kepada media di Jakarta kemarin. Ali menilai, pemerintah dan PLN perlu memperhitungkan pendanaan yang berkesinambungan dan sesuai kemampuan.

Di luar itu, harus dimaksimalkan peranan swasta yang akan melakukan investasi sesuai tingkat keekonomisan. Perlu diingat, banyak perusahaan listrik swasta yang bisa diberdayakan guna mencapai target pembangunan listrik. PLN tinggal mengikuti pakem sebagai single buyer dan multisupplier.

“Prinsipnya, pemerintah harus mendesain aturan untuk mengadopsi sinergi PLN dan pembangkit swasta agar lebih harmonis,” kata Ali.

Senada, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran juga menilai perlu ada perubahan paradigma dan pola pikir dalam melakukan percepatan program 35.000 MW. Perubahan paradigma mendesak karena masih kurangnya pasokan listrik. Dia menyebut, kapasitas listrik nasional saat ini masih 58 gigawatt (GW) atau 210 watt per kapita, jauh di bawah Malaysia sebesar 950 watt per kapita, atau Singapura 2.500 watt per kapita.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini