Image

Aduh, Medan Kembali Defisit Listrik

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 11:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647069 aduh-medan-kembali-defisit-listrik-8CTqZlR8EQ.jpg Ilustrasi listrik. (Foto: Okezone)

MEDAN – Pemadaman listrik akan terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Kota Medan hingga pekan depan. Pemadaman ini dilakukan karena pembangkit listrik di Sumut sedang dalam perawatan.


Di Kota Medan, pemadaman listrik sudah terjadi sejak Sabtu (18/3) pagi. Wilayah yang mengalami pemadaman di antaranya Medan Marelan, Jalan Krakatau, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bromo, Jalan Halat, wilayah Marindal, dan Medan Amplas. Tidak hanya itu, sebagian wilayah di Kota Lubukpakam, Pematangsiantar, hingga Sibolga, juga dilaporkan padam. Informasi yang dihimpun bahwa pemadaman terjadi akibat ada masalah pada pembangkit PLTGU Belawan.

Deputi Manajer Humas PT PLN Wilayah Sumut Sutrisno mengatakan, pemadaman ini terjadi akibat banyak pembangkit listrik sedang dalam perawatan dan sesuai yang dijadwalkan.

“Beberapa pembangkit yang keluar atau perawatan tersebut antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTU) Belawan GT 11 kapasitas 130 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin 1 (60 MW), PLTG Belawan Lot 3 (85 MW) dan PLTG Paya Pasir 7 (34 MW),” kata Sutrisno, Minggu (19/3/2017).

Menurutnya, untuk PLTG Paya Pasir 7 sedang dilakukan perbaikan dan diupayakan bisa segera beroperasi. Sementara untuk PLTU Labuhan Angin 1 terjadi kebocoran boiler dan sedang dalam perbaikan diperkirakan akan normal pada 25 Maret mendatang. PLTG Belawan Lot 3 dilakukan perbaikan sehingga diperkirakan bisa selesai hingga Selasa (21/3/2017).

“Salah satu pembangkit terganggu, maka akan memengaruhi pembangkit yang lain. PLN berupaya maksimal secara bertahap terus mengusahakan dan memulihkan. Dengan ini juga, PLN mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hingga kini Sumut mengalami defisit sebesar 157 MW dari semula sebesar 186 MW. Namun, secara bertahap terus berkurang seiring dengan pembangkit listrik lain yang sudah normal.

“PLN berusaha terus memulihkan kembali agar defisit seminim mungkin. Hingga kini belum bisa diperkirakan sampai kapan. Namun, jika sesuai jadwal di atas, akan normal pada pekan depan. PLN juga berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemulihan dengan cepat,” katanya.

Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi mengatakan, pemadaman dengan alasan perawatan maupun gangguan bahkan hingga durasi waktu yang lama tidak bisa diterima. Karena seharusnya PLN memiliki good will sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pelanggan biasa dan pelaku usaha. Menurutnya, pemadaman listrik ini terus terjadi di Sumut bahkan tidak terselesaikan hingga sekarang.

“Jika ada satu unit pembangkit yang tidak beroperasi, maka akan terjadi defisit hampir di seluruh wilayah Sumut. Akibatnya pemadaman pun tak bisa dihindarkan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangkit yang semakin tua dan sering mengalami kerusakan tidak bisa diandalkan. Bahkan, bukan tidak mungkin ketika rusak akan menimbulkan pemadaman dalam jangka panjang. “Setelah terjadi pemadaman, pihak PLN selalu hanya bisa meminta maaf kepada masyarakat selaku konsumen. Saya rasa masyarakat sudah bosan dengan permintaan maaf itu,” katanya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini