Image

Pekerja Freeport Nganggur, Kriminalitas Bakal Meningkat

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 14:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647237 pekerja-freeport-nganggur-kriminalitas-bakal-meningkat-B0fwU9vx5k.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dinas Provinsi Papua bidang Energi dan Sumber Daya Mineral berharap proses negosiasi pemerintah dengan Freeport Indonesia segera usai.

Pasalnya, pasca berhentinya operasi tambang Grasberg sudah banyak pekerja Freeport yang ikut diberhentikan, baik dirumahkan ataupun putus hubungan kerja (PHK).

"Yang paling kita perhatikan dampak besarnya adalah masalah sosial. Ketika ada ribuan orang enggak bekerja artinya secara ekonomi sudah tidak ada penghasilan dan mereka yang tinggal di Timika dan sekitar dampaknya ke persoalan sosial. Kasarnya kalau orang baik aja enggak makan bisa mencuri, jadi dikhawatirkan dampak sosial ke depan," tegas Kepala Dinas ESDM Papua Bangun S Manurung, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Bangun mengatakan, jika memang proses negosiasi berjalan alot, sebaiknya ada langkah antisipasi utamanya bagi pekerja. Pasalnya, semenjak diberlakukan aturan baru berupa perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), tidak ada rencana untuk mengantisipasi dampak pada pekerja.

"Misalnya pemerintah sudah memutuskan apapun itu ketika diputuskan ada confidence plan, sehingga rencana yang sudah sangat matang. Contoh kalau KK berhenti pemerintah harus ada program dari pemerintah. Kalau diberikan ke perusahaan lain itu prosesnya butuh berapa tahun berjalan, kan produksi berhenti pemerintah harus punya confidence plan rencana betul-betul supaya kehidupan sosial tidak terganggu," tuturnya.

Meski demikian, Bangun mengatakan, operasi Freeport Indonesia di tambang Grasberg sudah berjalan dengan kapasitan produksi sebesar 40%. Namun tetap saja, tidak semua pekerja bisa kembali bekerja karena 60% produksi belum kembali berjalan.

"Kalau untuk PHK pegawai Freeport langsung belum ada, tapi yang dari kontrak sudah ribuan orang yang berhenti. Pegawai Freeport asing maupun dalam negeri banyak dirumahkan, mereka masih status pegawai dan menerima gaji pokok belum kena PHK," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini