Image

Contek Teknologi Norwegia, Cara RI Tingkatkan Produksi Kakap Putih

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 14:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647243 contek-teknologi-norwegia-cara-ri-tingkatkan-produksi-kakap-putih-V342osbULv.jpg (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan program prioritas tahun 2017 dengan mulai memperkenalkan modernisasi teknologi pada bidang budidaya laut yaitu budidaya laut lepas pantai, atau lebih dikenal dengan KJA offshore.

Teknologi yang full mengadopsi teknologi yang diterapkan di Norwegia disinyalir akan mampu menggenjot produksi kakap putih secara signifikan.

Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, KJA offshore ini akan terlebih dahulu difokuskan di tiga kawasan strategis yaitu Kepulauan Karimunjawa, Pangandaran, dan Kota Sabang. Untuk pembiayaannya berasal dari APBN, sedangkan pengelolaanya akan menggandeng BUMN Perikanan yaitu Perum Perindo.

"Mekanisme pengelolaan KJA sedang dalam tahap pembahasan bussiness plan untuk memetakan mata rantai bisnis yang akan dibangun nantinya, intinya kami berharap pembangunan KJA offshore ini akan memberikan multiplier effect khususnya bagi pemberdayaan masyarakat," ujar Slamet dikantor Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (20/3/2017)

Sementara itu, saat ditanya mengenai pemilihan komoditas kakap putih, Slamet menambahkan karena kakap putih memiliki pangsa pasar ekspor yang lebih luas selain kerapu.

"Kita targretkan produksi ikan kakap putih dari ketiga lokasi ini mencapai 2.415 ton atau setara dengan nilai 56,4 Miliar pertahun," kata Slamet

Seperti diketahui, kebutuhan benih untuk KJA offshore mencapai 3,6 juta ekor benih (1,2 juta ekor benih/unit), dalam memenuhi kebutuhan tersebut KKP akan mendorong UPT Ditjen Perikanan Budidaya untuk memproduksi benih, disamping tentunya kerjasama dengan pihak swasta untuk kekurangannya.

Masyarakat juga akan dilibatkan khususnya pada segmen penggelondongan benih, di mana rencananya akan mampu memberdayakan sebanyak kurang lebih 1.450 orang.

"Dengan program ini, akan secara langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat, dengan kata lain tetap mengedepankan pengembangan yang family based-aquaculture," kata Slamet

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini